Kembangkan Penyimpanan Ikan, IPB Raih Juara "Innovation Challenge" - Kompas.com

Kembangkan Penyimpanan Ikan, IPB Raih Juara "Innovation Challenge"

Kompas.com - 20/12/2018, 18:56 WIB
Mahasiswi IPB Sri Ambar Wulan bersama rekannya dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB  berhasil meraih Juara I dan memperoleh hadiah sebesar 30 juta rupiah pada Lomba Innovation Challenge. Dok. IPB Mahasiswi IPB Sri Ambar Wulan bersama rekannya dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB berhasil meraih Juara I dan memperoleh hadiah sebesar 30 juta rupiah pada Lomba Innovation Challenge.

KOMPAS.com - Mahasiswa Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor (FMIPA IPB) angkatan 2016, Sri Ambar Wulan bersama rekannya dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB berhasil meraih Juara I dan memperoleh hadiah sebesar 30 juta rupiah pada Lomba "Innovation Challenge".

Lomba ini diselenggarakan Innovation Factory dan NTUitive. “Lomba ini bertujuan untuk mencari inovasi untuk mengatasi kerugian pascapanen ikan segar di Indonesia. Sebab permasalahan pasca panen ikan berdampak pada rantai pasok pangan," jelas Sri seperti dikutip dari laman resmi IPB.

Hal ini merupakan salah satu  persoalan besar dihadapi negara-negara berkembang di dunia, termasuk di Indonesia.

Baca juga: Dosen IPB Raih Penghargaan Presiden Prancis Berkat Biji Buah Nyamplung

 

Untuk mengatasi permasalahan pascapanen ikan segar di Indonesia, GAIN (Global Alliance for Nutrition) lewat program I-PLAN (Indonesia-Postharvest Loss Alliance for Nutrition), bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia serta dengan didukung Kementerian Kelautan dan Perikanan mengadakan program kompetisi tingkat nasional bertajuk “Innovation Challenge”. 

 IPLAN mencari sepuluh finalis yang memiliki ide teknologi atau inovasi baru yang dapat diadopsi oleh pelaku rantai pasokan lokal dengan tujuan untuk mengurangi Post-Harvest Loss (PHL) ikan laut segar di sepanjang rantai pasokan.

Beberapa titik kritis seperti di sepanjang rantai pasok diantaranya: tempat pendaratan ikan, transportasi dan distribusi (termasuk pedagang ikan dan sayur-sayuran keliling), pengecer di pasar termasuk penjual pinggir jalan, sistem penyimpanan kecil (small storage system) danbahan alternatif pengganti es.

Sri Ambar Wulan bersama rekannya mengajukan metode penyimpanan ikan menggunakan material maju bernama PCMs (Phase Change Materials).

Material ini membutuhkan energi atau energi panas (kalor) yang besar untuk berubah fase, sehingga ketika ditempatkan dalam wadah penyimpanan ikan akan menyerap banyak kalor dan berfungsi sebagai pendingin ruangan atau wadah penyimpanan ikan.

“Hadiah yang kami peroleh akan digunakan untuk inisiasi riset PCMs untuk fish storage system,” kata Sri



Close Ads X