Kompas.com - 20/12/2018, 20:59 WIB
Ilustrasi: Seorang guru mengajar di salah satu SD di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara beberapa waktu lalu. Kompas.com/Kontributor Nunukan, SukocoIlustrasi: Seorang guru mengajar di salah satu SD di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara beberapa waktu lalu.

KOMPAS.com - Di Era revolusi industri 4.0, semua bidang kehidupan akan dihadapkan dengan fenomena disrupsi, yaitu pergantian sistem lama dengan sistem baru yang berbasis teknologi. Tak terkecuali di bidang pendidikan.

Jika fungsi guru hanya sebatas memberikan ilmu kepada siswa, maka perannya dapat digantikan teknologi. Untuk itu, guru diimbau lebih adaptif dengan perkembangan zaman guna meningkatkan sumber daya siswa.

“Jika hanya tranfer ilmu, guru bisa digantikan oleh teknologi. Guru zaman sekarang harus mampu menginspirasi, memberi sugesti dan memotivasi siswa agar mampu bersaing di era revolusi industri,” ucap Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Jawa Barat, Asep Suhanggan dalam kegiatan "Revitalisasi SMK melalui Pemanfataan Internet of Things (IOT) untuk Menyongsong Era Industri 4.0" di Kota Cimahi, Rabu, 19 Desember 2018.

Kegiatan tersebut diinisiasi Bidang GTK Dinas Pendidikan Jawa Barat yang dihadiri perwakilan siswa dan kepala sekolah SMK yang ada di Jawa Barat.

Baca juga: Survei Global: Apakah Anak Masih Didorong untuk Menjadi Guru?

Asep menambahkan, salah satu hal yang bisa dilakukan satuan pendidikan adalah menyiapkan karakter siswa adaptif dengan perkembangan zaman dengan tidak melulu menjadikan kecerdasan koginitif sebagai patokan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Tapi harus mengedepankan proses kreativitas sebagai pembiasaan. Menanamkan kebiasaan kreatif di segala bidang adalah tujuan pendidikan hari ini agar mampu bersaing,” tutur Asep.

Selain itu, salah satu hal yang harus dilakukan guru di zaman revolusi industri saat ini adalah menjadikan realitas yang ada sebagai bahan ajar.

Dia mengambil contoh dari yang dilakukan Guru SMAN 4 Bandung, Endang Yuli Purwanti yang meraih penghargaan The Most Influential Aparatur Sipil Negara (ASN) Inspiratif tingkat Nasional tahun 2018.

“Beliau berhasil mengajarkan realitas yang ada di luar menjadi pembelajaran, tidak mensterilkan kelas dari dunia luar, itu salah satu ciri yang harus dimiliki guru zaman sekarang,” ucap Asep.  

Melalui revolusi industri 4.0, SMK menjadi salah satu titik fokus Dinas Pendidikan Jawa Barat, karena menurut Asep, kompetensi keahlian di segala bidang yang dimiliki SMK akan menunjang perkembangan pemanfaatan teknologi IOT.

“IOT harus dikembangkan di seluruh satuan pendidikan yang sedang melakukan revitalisasi,” kata Asep.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.