Kemendikbud akan Berikan Pendidikan Mitigasi Bencana

Kompas.com - 29/12/2018, 22:19 WIB
Mendikbud usai jumpa pers Akhir Tahun 2018 di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Kamis (27/12/2018) menjelaskan tentang rencana pendidikan mitigasi bencana bagi siswa. Dok. KemendikbudMendikbud usai jumpa pers Akhir Tahun 2018 di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Kamis (27/12/2018) menjelaskan tentang rencana pendidikan mitigasi bencana bagi siswa.

KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ( Mendikbud) Muhadjir Effendy menyampaikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) akan memberikan dasar-dasar keterampilan hidup atau basic life skills kepada siswa, salah satunya mengenai pendidikan mitigasi bencana.

Setidaknya ada 5 paket modul sudah disiapkan Kemendikbud, yakni tentang (1) bahaya narkoba, (2) menangkal radikalisme, (3) kesadaran hukum berlalu lintas, (4) pendidikan antikorupsi, dan (5) pendidikan mitigasi bencana.

Kelima modul tersebut tidak akan menjadi mata pelajaran khusus, melainkan akan dilebur ke dalam kegiatan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) di sekolah.

“Jadi nanti satu paket di dalam PPK, dan masih terbuka kalau ada hal tertentu yang masih harus masuk, akan kita masukkan. Kita usahakan mulai tahun ajaran 2019,” ujar Mendikbud usai jumpa pers Akhir Tahun 2018 di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Kamis (27/12/2018).

Ia menegaskan, pendidikan mitigasi bencana yang dimasukkan ke dalam kurikulum tidak akan berupa mata pelajaran khusus. 

Baca juga: Kemendikbud Siapkan Kebijakan Khusus UN di Daerah Terdampak Bencana

Secara teknis, tutur Mendikbud, pendidikan mitigasi bencana diintegrasikan dalam kegiatan belajar mengajar tanpa melalui mata pelajaran khusus.

“Kan sebetulnya proses belajar mengajar dibikin seluwes mungkin, dengan waktu yang cukup. Dan dengan ketentuan guru mengajar 8 delapan jam, memberikan keleluasaan kepada guru untuk mengatur jam belajar lebih luwes,” tuturnya.

Mendikbud menuturkan, pendidikan mitigasi bencana butuh keterlibatan semua pihak, baik sekolah, orang tua, masyarakat, maupun kementerian/lembaga lain.

Sebelumnya Kemendikbud sudah bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam penyusunan modul dan pemberian pelatihan kecakapan hidup.

“Sekolah atau guru juga harus ada kerja sama dengan BNPB. Jadi sebenarnya cukup beberapa kali pertemuan. Kita lihat, mana yang cukup dengan pemberian informasi dan pengetahuan, dan mana yang perlu dibekali kecakapan atau keterampilan khusus seperti kebencanaan. Itu (pendidikan kebencanaan) perlu ada kecakapan khusus yang dilatih ke siswa,” katanya.

Salah satu modul yang sudah disiapkan Kemendikbud melalui Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (Seknas SPAB) dan bekerja sama dengan BNPB adalah Modul “Pendidikan Tangguh Bencana: Mewujudkan Satuan Pendidikan Aman Bencana di Indonesia”. Modul tersebut bisa diunduh di tautan berikut: http://repositori.kemdikbud.go.id/6107/1/BukuNotesBencana2017.pdf

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X