170 Siswa Sekolah Indonesia Luar Negeri Jadi Duta Festival Janadriyah

Kompas.com - 09/01/2019, 22:59 WIB
Siswa/siswi Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) di Riyadh, Mekkah, dan Jeddah pun turut berkontribusi menjadi duta budaya di Festival Janadriyah. Dok. KemendikbudSiswa/siswi Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) di Riyadh, Mekkah, dan Jeddah pun turut berkontribusi menjadi duta budaya di Festival Janadriyah.

Namun, tidak ikut tampil dalam pertunjukan seni tak membuat siswa SMA di SILN Arab Saudi lepas tangan dari Festival Janadriyah. Baik siswa maupun guru dan staf sekolah, semua bekerja sama untuk mengharumkan nama Indonesia di Festival Janadriyah ke-33.

Beberapa pertunjukan seni yang ditampilkan pelajar SILN antara lain Pencak Silat, Tari Kreasi Kuda Lumping, Tari Maung Lugay, Tari Badindin, dan Tari Ondel-Ondel.

Bahkan para siswa juga menyajikan beberapa sendratari, seperti Sendratari “Roti Island” dari Nusa Tenggara Timur, Sendratari “Mangose Padan” Asal Mula Danau Toba Sumatera Utara, dan Sendratari “Ande-ande Lumut” dari Jawa.

Mengenalkan pada dunia

 

Ada juga penampilan dari siswa SILN yang tampil menyanyikan lagu-lagu daerah dengan diiringi alat musik tradisional yang dimainkan siswa lain, seperti angklung dan gendang.

Farha Unsil Habieb, siswi kelas VIII Sekolah Indonesia Riyadh menyatakan kebanggaannya bisa berpartisipasi dalam Festival Janadriyah ke-33, di mana Indonesia menjadi tamu kehormatan.

"Saya lihat dari awal Janadriyah, semuanya semangat banget, bangga sebagai orang Indonesia menampilkan budaya Indonesia kepada orang-orang Arab yang jarang lihat penampilan seni seperti ini," tutur gadis yang sejak lahir sudah tinggal di Riyadh itu.

Ia berharap, siswa maupun masyarakat Indonesia lainnya yang tinggal di negara lain pun semakin semangat mengenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat dunia.

Bagi Farha, mengenalkan budaya Indonesia ke masyarakat Arab Saudi menjadi suatu hal yang bangga dilakukannya. Ia kerap mengangkat budaya Indonesia dalam sebuah obrolan dengan masyarakat Arab Saudi.

"Awalnya lagi iseng aja. Ketemu, lalu duduk bareng. Terus ditanya, di Indonesia ada apa aja? Kadang jelasin pake bahasa Arab, tapi ada juga yang bisa bahasa Inggris," tutur Farha.

Melestarikan budaya

Ditanya mengenai perbedaan bersekolah di SILN dengan di Indonesia, ia menuturkan, jumlah teman sekolah di SILN terbatas, tidak seperti di Indonesia.

"Kalau di Indonesia kan setiap kelas ada kelas A, B, atau C. Di sini kelasnya satu aja. Sekolahnya dari TK sampai SMA satu gedung, jadi temannya itu-itu aja," ungkapnya.

Namun Farha menyadari, sebagai anak Indonesia, kehadirannya di negara lain menjadikan dirinya dan teman-temannya sebagai duta budaya Indonesia di Arab Saudi. Ia pun berpesan kepada seluruh anak Indonesia agar tetap melestarikan budaya Indonesia di manapun berada.

"Pokoknya tetap lestarikan budaya Indonesia. Jangan sampai budaya kita luntur karena budaya dari luar masuk. Jadi bikin Indonesia bangga bukan dengan budaya lain, tapi dengan budaya kita sendiri yang bisa ditampilkan ke negara lain," katanya dengan semangat

Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X