Politeknik Didorong Banyak Berkolaborasi dengan Industri - Kompas.com

Politeknik Didorong Banyak Berkolaborasi dengan Industri

Kompas.com - 10/01/2019, 22:51 WIB
Menristekdikti saat melakukan kunjungan kerja ke Politeknik Negeri Madiun  (9/1/2019).Dok. Kemenristekdikti Menristekdikti saat melakukan kunjungan kerja ke Politeknik Negeri Madiun (9/1/2019).

KOMPAS.com - Pemerintah mendorong politeknik di Indonesia berkolaborasi langsung dengan industri yang terdekat dengan politeknik tersebut.

Di Indonesia sendiri, baru ada dua politeknik kolaboratif industri seperti politeknik di negara maju seperti Jerman yang menjadi salah satu negara rujukan Program Revitalisasi Vokasi.

Politeknik Indonesia baru ada dua yang sudah bekerja sama dengan industri dengan baik, satu adalah Politeknik Negeri Batam, yaitu (dengan) aircraft mantainance, mahasiswa kuliah di Batam sebagai pusat perbaikan pesawat terbang, dan Politeknik Negeri Madiun yang dalam hal ini bekerja sama dengan PT INKA,” ungkap Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir, saat melakukan kunjungan kerja ke Politeknik Negeri Madiun ( PNM), (9/1/2019).

Menristekdikti meyakini PNM akan mampu berkolaborasi dengan baik dengan  PT Industri Kereta Api (INKA) untuk menghasilkan SDM terampil dan berdaya saing di bidang pengembangan teknologi kereta api.

Baca juga: Politeknik Pekerjaan Umum Siap Dibuka 2019

“Ini kalau terwujud, dalam bayangan saya akan menjadi politeknik seperti yang ada di Jerman, Swiss, maupun negara-negara maju lainnya. Kalau kolaborasi ini berhasil, merupakan monumental embrio bagi politeknik lain,” ungkap Nasir.

Kemenristekdikti sedang merancang pengadaan laboratorium dan software untuk dihibahkan kepada PT INKA, yang nantinya dapat digunakan juga oleh mahasiswa PNM.

“Kami akan alokasikan pendanaan dalam program revitalisasi vokasi untuk laboratorium. Diyakini, laboratorium ini merupakan “alat uji yang layak digunakan untuk kereta api” yang merupakan kompetensi PT INKA.

Menteri Nasir meminta PT INKA menghitung jumlah anggaran diperlukan untuk pengadaan tersebut, dengan syarat PNM dapat menggunakan laboratorium dan software tersebut secara bersama (coworking) dengan dosen dan mahasiswa PNM.

Coworking ini penting, sehingga laboratorium dapat langsung digunakan mahasiswa bersama karyawan PT INKA. PT INKA mempunyai pengalaman dan kompetensi dalam penggunaannya serta menguasai cara-cara mengoperasikannya,” ungkap Menteri Nasir.

Saat melakukan kunjungan ke PNM, Menristekdikti memberikan kuliah umum "Mendorong Pendidikan di Politeknik Untuk Mempersiapkan Lulusan Unggul Era Industri 4.0". 

Setelah kuliah umum tersebut, Menristekdikti bersama Direktur Politeknik Negeri Madiun (PNM) Muhammad Fajar Subkhan, Direktur Teknologi dan Komersial PT INKA (Persero) Agung Sedaju, dan Staf Ahli Menristekdikti Bidang Infrastruktur Hari Purwanto menuju Ruang Lokomotif PT INKA di Madiun.

Dalam ruangan tersebut, Direktur Teknologi dan Komersial PT INKA (Persero) Agung Sedaju mempresentasikan rencana strelategis PT INKA dan potensi kolaborasi dengan Kemenristekdikti.


Terkini Lainnya

Terdampak Gangguan Layanan PDAM, 25.000 Pelanggan Krisis Air

Terdampak Gangguan Layanan PDAM, 25.000 Pelanggan Krisis Air

Regional
Fahri Hamzah Bilang Jokowi Bantu Prabowo Kampanyekan Gerindra dalam Debat

Fahri Hamzah Bilang Jokowi Bantu Prabowo Kampanyekan Gerindra dalam Debat

Nasional
Pipa Terdampak Proyek LRT, Suplai Air di Sejumlah Wilayah DKI Akan Terganggu

Pipa Terdampak Proyek LRT, Suplai Air di Sejumlah Wilayah DKI Akan Terganggu

Megapolitan
Belum Isi LHKPN, M Taufik Minta Sekretariat DPRD DKI Bikin Bimbingan

Belum Isi LHKPN, M Taufik Minta Sekretariat DPRD DKI Bikin Bimbingan

Megapolitan
Penumpang Dirampok saat Kereta Berhenti 10 Menit akibat Masalah Sinyal

Penumpang Dirampok saat Kereta Berhenti 10 Menit akibat Masalah Sinyal

Internasional
Cerita Yusril di Balik Keputusan Presiden Jokowi Bebaskan Abubakar Ba'asyir

Cerita Yusril di Balik Keputusan Presiden Jokowi Bebaskan Abubakar Ba'asyir

Nasional
Bareskrim Tangkap Seorang WNA Penyelundup Sabu Melalui Pakaian dan Handuk

Bareskrim Tangkap Seorang WNA Penyelundup Sabu Melalui Pakaian dan Handuk

Nasional
Uu Minta Kader PPP Angkat Tangan dan Angkat Kaki Saat Kampanye

Uu Minta Kader PPP Angkat Tangan dan Angkat Kaki Saat Kampanye

Regional
Hidayat Nur Wahid Nilai Capres Tak Perlu Diminta Saling Apresiasi Usai Debat

Hidayat Nur Wahid Nilai Capres Tak Perlu Diminta Saling Apresiasi Usai Debat

Nasional
Vietnam Siap Jadi Tuan Rumah Pertemuan Kedua Kim Jong Un dan Trump

Vietnam Siap Jadi Tuan Rumah Pertemuan Kedua Kim Jong Un dan Trump

Internasional
Segera Bebas, Keluarga Fokus Rawat Abu Bakar Ba'asyir di Rumah

Segera Bebas, Keluarga Fokus Rawat Abu Bakar Ba'asyir di Rumah

Regional
Pemkot Jakbar Akan Hapus Ratusan Loksem Bermasalah

Pemkot Jakbar Akan Hapus Ratusan Loksem Bermasalah

Megapolitan
Moratorium Galian C Jadi Solusi Tepat Selamatkan Lingkungan di Kota Tasik

Moratorium Galian C Jadi Solusi Tepat Selamatkan Lingkungan di Kota Tasik

Regional
Komnas HAM: Kedua Pasangan Capres-Cawapres Belum Paham Konsep HAM

Komnas HAM: Kedua Pasangan Capres-Cawapres Belum Paham Konsep HAM

Nasional
Jokowi Dilaporkan ke Bawaslu atas Dugaan Kampanye Terselubung

Jokowi Dilaporkan ke Bawaslu atas Dugaan Kampanye Terselubung

Nasional

Close Ads X