Benarkah Anak Nakal Cenderung Sukses? Ini Hasil Penelitiannya... - Kompas.com

Benarkah Anak Nakal Cenderung Sukses? Ini Hasil Penelitiannya...

Kompas.com - 10/01/2019, 23:33 WIB
Ilustrasi anakvadimguzhva Ilustrasi anak

KOMPAS.com — Kabar gembira bagi orangtua yang merasa mempunyai anak "nakal", yakni anak yang gampang membantah apa yang dikatakan orangtua, suka memberontak, melanggar aturan, dan sebagainya. 

Sebuah penelitian dilakukan secara kolaboratif antara ahli Free University of Berlin (Jerman), University of Luxembourg, dan University of Illinois at Urbana-Champaign, Amerika Serikat, dengan melakukan pengamatan dan pengujian selama 42 tahun terhadap sekitar 745 anak.

Penelitian ini pertama kali dilakukan yakni tahun 1968, saat anak berusia 12 tahun. Penelitian itu berfokus pada aspek kecerdasan, perilaku, dan status sosio-ekonomi.

Pada tahun 2008, saat anak-anak itu berusia 54 tahun, para peneliti kembali mengamati dan menguji anak-anak tersebut untuk melihat apakah perilaku mereka saat anak-anak berpengaruh terhadap kondisi masa depan mereka.

Baca juga: Pendidikan Anak Usia Dini, Apa yang Harus Dicermati oleh Orangtua?

Hasilnya, seperti dipublikasikan di jurnal Development Psychology dan dilansir Woman’s Day, para peneliti itu menemukan bahwa anak-anak yang saat masa kecilnya cenderung nakal mempunyai kehidupan yang sukses saat dewasa.

Pada penelitian itu mengungkapkan, anak-anak sulit diatur sewaktu kecil akan memiliki penghasilan lebih banyak dibandingkan dengan anak penurut.

Analisis para peneliti, sikap melawan atau menantang seorang anak saat kecil membuatnya lebih gesit dalam mencari peluang saat dewasa. Artinya, mereka cenderung akan mencari pekerjaan penuh tantangan yang berpotensi mendapatkan penghasilan besar.

Selain itu, ternyata bila waktu kecilnya sering memberontak, seseorang ternyata akan memiliki semangat tinggi membuktikan bahwa mereka bisa menjadi orang sukses.

DIkutip dari forum Sahabat Keluarga Kemendikbud, dari hasil penelitian itu para peneliti menyarankan agar orangtua jangan panik dan memberikan hukuman dengan gaya otoriter pada anak yang suka memberontak.

Para orangtua disarankan bijaksana dan dapat memberikan penjelasan dengan pelan-pelan agar anak mengerti. Selanjutnya, orangtua berbicara tentang perilaku yang harus atau tidak boleh dilakukan.

Namun, paling penting, orangtua harus memberi contoh dan keteladanan yang baik.



Close Ads X