UGM & Upaya Melahirkan "Srikandi" yang Menguasai Teknologi Masa Depan

Kompas.com - 11/01/2019, 21:00 WIB
PSW UGM bekerja sama dengan Sookmyung Womens University, Korea mengadakan pelatihan kepemimpinan dan penguasaan TIK (7-11/1/2019) di kampus FKH UGM yang diikuti 80 orang mahasiswi. Dok. UGMPSW UGM bekerja sama dengan Sookmyung Womens University, Korea mengadakan pelatihan kepemimpinan dan penguasaan TIK (7-11/1/2019) di kampus FKH UGM yang diikuti 80 orang mahasiswi.

KOMPAS.com - Pusat Studi Wanita (PSW) Universitas Gadjah Mada ( UGM) bertekad mencetak calon pemimpin perempuan, di antaranya dengan rutin menggelar pelatihan pengembangan kapasitas kepemimpinan dan penguasaan Teknologi Informasi dan Komunikasi ( TIK) yang diikuti para mahasiswi UGM.

Kegiatan pelatihan calon-calon "Srikandi" masa depan ini bekerja sama dengan Sookmyung Women's University, Korea berlangsung 7-11 Januari di kampus FKH UGM yang diikuti 80 orang mahasiswi.

Peneliti PSW UGM, Soeprapto mengatakan program pelatihan kapasitas perempuan ini bertujuan meningkatkan kemampuan mahasiswi UGM dalam kepemimpinan sekaligus menguasai teknologi informasi dan komunikasi.

Baca juga: Tim Kartini UGM Raih Juara Kompetisi ICT di Korea Selatan

“Kita ingin meningkatkan kapasitas perempuan dalam aspek kepemimpinan dan TIK yang kita bagi dua kelas selama lima hari,” kata Soeprapto dalam penutupan program pelatihan di gedung University Club UGM, Jumat (11/1/2019).

Dilansir dari laman resmi UGM, Soeprapto mengatakan kegiatan pelatihan ini sudah berlangsung selama 2 tahun.

Peserta yang mengikuti pelatihan ini sebelumnya telah mengikuti proses seleksi dari kemampuan penguasaan bahasa asing hingga komitmen untuk mengikuti proses pelatihan hingga selesai sehingga harapannya bisa mencetak calon pemimpin perempuan di masyarakat.

Selanjutnya, para peserta akan diseleksi kembali untuk mengikuti pelatihan lanjutan di Korea yang diikuti beberapa peserta dari negara di kawasan Asia Tenggara.

Benedicta Baby Desandra, 22 tahun, salah satu peserta pelatihan, mengatakan salah satu motivasinya mengikuti pelatihan ini untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan dan menambah relasi. “Saya ingin punya banyak relasi dengan berbagai orang di seluruh dunia,” katanya.

Berbagai materi kepemimpinan yang ia dapatkan dari mentor nantinya bisa ia manfaatkan untuk pengembangan diri dan mengimplementasikannya di masyarakat setelah ia lulus kelak.

“Kita diajarkan soal visi, meningkatkan kreativitas, belajar memecahkan sebuah problem,” kata mahasiswi Prodi Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads X