Orangtua Mulai Lirik Pilihan Pendidikan Politeknik untuk Anak

Kompas.com - 14/01/2019, 09:44 WIB
Ilustrasi remaja bercengkramaISTOCKPHOTO/FERLISTOCKPHOTO Ilustrasi remaja bercengkrama

KOMPAS.com - Orangtua di Singapura memiliki perhatian khusus dalam mendaftarkan putera/puteri mereka dalam melanjutkan jenjang ke program politeknik.

Hal ini nampak pada acar open house beberapa politeknik Singapura di mana bukan hanya siswa lulusan sekolah saja memadati acara dan seminar bimbingan karir di politeknik.

Orangtua juga mendaftar mengikuti seminar, lokakarya, dan open house yang diadakan selama akhir pekan ini (11/1/2019) dan minggu depan.

Dilansir dari Says, pejabat Politeknik mengatakan bahwa pada tahun-tahun sebelumnya, hanya siswa yang hadir dalam sesi ini.

Bahkan, Ngee Ann Polytechnic khusus mengadakan 2 forum khusus untuk orang tua dan telah memiliki 500 pendaftaran. Nanyang Polytechnic yang memiliki sesi open house pukul 7 malam sudah memiliki lebih dari 1.200 pendaftaran.

Baca juga: Politeknik Didorong Banyak Berkolaborasi dengan Industri

 

Politeknik di Ang Mo Kio mengatakan bahwa tahun lalu, orang tua membuat hampir 30 persen dari mereka menghadiri open house dan seminar.

Wakil kepala sekolah Ngee Ann Polytechnic Mah Wee Beng mengatakan: "Orangtua kini banyak tertarik untuk memiliki pemahaman tentang apa itu pendidikan politeknik dan berbagai kursus yang kami tawarkan."

"Mereka ( orangtua) mengenal anak-anak mereka dengan baik, apa kekuatan, kesukaan, dan ketidaksukaan mereka. Sehingga mereka dapat membantu anak-anak dalam membuat keputusan yang tepat," tambah Mah Wee Beng.

Ada banyak orangtua khusus mengambil cuti dari pekerjaan untuk mengunjungi open house politeknik dan terlibat dengan pilihan anak-anak mereka.

"Saya mengambil cuti dua hari untuk pergi bersama anak saya mengikuti semua seminar. saya benar-benar tidak punya banyak gagasan tentang apa itu politeknik. Jadi, saya pergi dengan pikiran terbuka untuk menemukan lebih banyak," ujar salah satu orangtua.

Trinna Tham, 38 tahnun, manajer pengembangan bisnis yang juga menemani putrinya, juga mengatakan, "Saya merasa ini adalah poin penting dalam perjalanan pendidikan putri saya dan tidak ingin dia membuat keputusan yang salah. Dan saya senang bahwa politeknik juga membuka diri bagi orangtua. "

Namun, tidak semua siswa antusias terhadap keterlibatan orangtua mereka.

Puteri dari Tham, Anita, 17 tahun, menyampaikan, "Ibuku akan ikut karena dia khawatir aku akan pergi untuk pilihan yang lain. Dia ingin aku memilih sesuatu berkaitan dengan IT atau bioteknologi yang tidak benar-benar menarik minat saya."

Namun, temannya Desiree Lim, 17 tahun, menyambut gembira keterlibatan orang tuanya. "Orangtuaku, terutama ibuku, kenal baik denganku, dan akan sangat membantu jika dia mendapat nasihatnya."

Tetapi para ahli juga memperingatkan orangtua agar tidak mengambil alih proses pengambilan keputusan anak atas pilihan studi mereka.

Cheryl Ng, kepala Focus on the Family Singapore mengatakan, "Orang tua dapat berdiskusi secara terbuka dan jujur dengan anak mereka untuk memahami mengapa mereka ingin melanjutkan studi tertentu, dan pro dan kontra pilihan yang tersedia untuk mereka."

"Kadang-kadang, ketika anak-anak mungkin memiliki keinginan yang tidak realistis, orangtua perlu memberikan perspektif yang mungkin tidak dipertimbangkan oleh anak-anak sebelumnya."

Tetapi dia menambahkan, "Sangat penting untuk memberikan ruang bagi anak-anak atas keputusan mereka, memberi mereka peluang untuk bertumbuh."


Terkini Lainnya



Close Ads X