5 PTN Indonesia Masuk Daftar Universitas Terbaik di Negara Berkembang

Kompas.com - 20/01/2019, 12:56 WIB
Mahasiswa Universitas Indonesia mengikuti kuliah umum.Dok. Universitas Indonesia Mahasiswa Universitas Indonesia mengikuti kuliah umum.

KOMPAS.com - The Times Higher Education (THE) baru saja merilis pemeringkatan universitas di negara berkembang dalam "Emerging Economies Ranking Universities 2019" (15/1/2019).

Pemeringkatan THE menggunakan setidaknya 5 indikator untuk menilai lembaga berdasarkan pengajaran, penelitian, kutipan jurnal ilmiah dan pandangan internasional serta pandangan dunia industri.

Secara keseluruhan terdapat 442 universitas dari 43 negara masuk dalam daftar THE tahun 2019 ini.

China tetap menjadi negara paling banyak memasukan daftar dengan 72 universitas, bertabah dari 63 universitas tahun lalu. 

Baca juga: Ini Dia, 14 Universitas Terbaik Indonesia 2018 versi Kemenristek

India berada di posisi kedua dengan negara paling banyak dengan 49 universitas setelah tahun lalu memasukan 42 universitas mereka dalam daftar.

Di negara lain, negara-negara berkembang Eropa umumnya mengalami penurunan, sementara beberapa negara di Timur Tengah dan Afrika Utara serta kawasan Asia Tenggara justru mengalami kemajuan.

Bagaimana dengan Indonesia?

Secara keseluruhan, 5 universitas Indonesia termasuk dalam peringkat dengan pemeringkatan THE ini yakni: Universitas Indonesia ( UI), Institut Teknologi Bandung ( ITB), Institut Pertanian Bogor ( IPB), Universitas Gadjah Mada ( UGM) dan Institut Teknologi 10 November ( ITS).

UI menjadi satu-satunya universitas dari Indonesia yang masuk dalam 100 terbaik di posisi 82 setelah tahun lalu berada di posisi 184. ITB juga mengalami kenaikan 27 peringkat berada di posisi  146 bersama dengan Universitas Pertanian Nanjing di Cina.



Terkini Lainnya

Gempa Bermagnitudo 5,1 Guncang Talaud, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Bermagnitudo 5,1 Guncang Talaud, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Otto dan Maqdir Bukan Kuasa Hukum Sjamsul Nursalim Terkait Kasus Pidana BLBI

Otto dan Maqdir Bukan Kuasa Hukum Sjamsul Nursalim Terkait Kasus Pidana BLBI

Nasional
Presiden China Berangkat ke Korut untuk Bertemu Kim Jong Un

Presiden China Berangkat ke Korut untuk Bertemu Kim Jong Un

Internasional
Minta Dipekerjakan sebagai Sopir dan Operator, Warga Hentikan Proyek Tol Aceh

Minta Dipekerjakan sebagai Sopir dan Operator, Warga Hentikan Proyek Tol Aceh

Regional
Jokowi Bertolak ke Surabaya, Kondangan hingga Bagikan Sertifikat

Jokowi Bertolak ke Surabaya, Kondangan hingga Bagikan Sertifikat

Nasional
Sidang MK Hari Ini, KPU Akan Hadirkan 15 Saksi dan 2 Ahli

Sidang MK Hari Ini, KPU Akan Hadirkan 15 Saksi dan 2 Ahli

Nasional
Ahli Prabowo-Sandi Sebut Ada 27 Juta 'Ghost Voters' Dalam Pemilu 2019

Ahli Prabowo-Sandi Sebut Ada 27 Juta 'Ghost Voters' Dalam Pemilu 2019

Nasional
Demi Sekolah, Anak-anak di Pedalaman Flores Harus Bertaruh Nyawa Seberangi Sungai

Demi Sekolah, Anak-anak di Pedalaman Flores Harus Bertaruh Nyawa Seberangi Sungai

Regional
Ahli 02: Di Situng, Suara Prabowo-Sandi Turun, Jokowi-Ma'ruf Selalu Naik

Ahli 02: Di Situng, Suara Prabowo-Sandi Turun, Jokowi-Ma'ruf Selalu Naik

Nasional
Gempa 6,3 SR Guncang Sarmi Papua, Warga Sempat Panik Keluar Rumah

Gempa 6,3 SR Guncang Sarmi Papua, Warga Sempat Panik Keluar Rumah

Regional
Kejanggalan PPDB 2019 di Bandung, 8 Siswa Pendaftar SMA Favorit Beralamat Sama

Kejanggalan PPDB 2019 di Bandung, 8 Siswa Pendaftar SMA Favorit Beralamat Sama

Regional
Masuk Ancol Gratis Saat HUT DKI, Ini Aktivitas yang Bisa Dilakukan

Masuk Ancol Gratis Saat HUT DKI, Ini Aktivitas yang Bisa Dilakukan

Megapolitan
Fakta Rekonstruksi Pembunuhan Sadis di Cianjur, Berawal dari Knalpot Bising hingga Korban Kebal Dibacok

Fakta Rekonstruksi Pembunuhan Sadis di Cianjur, Berawal dari Knalpot Bising hingga Korban Kebal Dibacok

Regional
7 Fakta Polemik Sistem Zonasi PPDB 2019, Desak Jokowi Copot Mendikbud hingga Sejumlah Sekolah Kekurangan Siswa

7 Fakta Polemik Sistem Zonasi PPDB 2019, Desak Jokowi Copot Mendikbud hingga Sejumlah Sekolah Kekurangan Siswa

Regional
Pembunuhan Khashoggi, Pakar PBB Minta Putra Mahkota Saudi Disanksi

Pembunuhan Khashoggi, Pakar PBB Minta Putra Mahkota Saudi Disanksi

Internasional

Close Ads X