Kompas.com - 20/01/2019, 20:18 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi

KOMPAS.com - Setelah liburan tahun baru, kegiatan belajar semester genap kini sudah mulai. Tak hanya anak yang kembali semangat bersekolah, tapi juga orangtua, utamanya yang masih punya anak usia TK. 

Lain hal ketika anak sudah mulai masuk jenjang pendidikan lebih tinggi. Kebanyakan orangtua tak lagi mendampingi anak belajar. Alasannya, anak sudah mulai bisa belajar sendiri.

Padahal, dalam menghadapi proses sekolah atau pendidikannya, anak juga harus siap menghadapi stres atau tekanan sesuai usia dan tuntutan perkembangan. Apakah dia akan menjalani dengan mudah atau sulit, di sinilah peran orangtua sebagai pendukung pertama dan utama bagi anak.

Baca juga: Keren, Dimungkina Penggunaan VR sebagai Media Pembelajaran di Sekolah

Sebaiknya, pada usia berapapun dan di jenjang pendidikan manapun, forum Sahabat Keluarga Kemendikbud mendorong orangtua menemani anak belajar. Pengalaman ditemani orangtua saat belajar ini akan selalu diingatnya sebagai kenangan terindah. Apalagi ketika suatu saat jauh dari orangtua.

Forum Sahabat Keluarga Kemendikbud memberikan 5 tips dan inspirasi bagi orangtua dalam mendampingi anak belajar:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

1. Bukan mengerjakan tugasnya

Menemani dan mendampingi anak belajar bukan berarti membantu anak mengerjakan tugas sekolahnya. Bahkan ketika anak meminta bantuan, jangan langsung membantunya, tetapi mengajaknya berpikir untuk mencari jawaban dan sekaligus diajarkan menerima konsekuensi atas jawabannya itu.

2. Menjadikan pembelajar mandiri

Orangtua sebaiknya melatih anak menjadi pembelajar mandiri hingga ia paham apa yang harus dipelajari dan orangtua siap mendukung atau memfasilitasinya.

3. Buat anak nyaman dan diperhatikan

Selama mendampingi anak belajar, buat anak merasa nyaman, diperhatikan dan menjadikan waktu belajar sebagai proses tanggung jawab sesuai usianya.

4. Kenali gaya belajar anak

Orangtua perlu mengenal gaya belajar anak. Ada anak yang gampang menguasai pelajaran dengan membaca, ada juga yang efektif bila mendengar penjelasan atau melihat secara visual. Bahkan ada anak yang bisa mudah memahami pelajaran dengan mempraktikkan langsung.

5. Sesuaikan kondisi dan usia 

Sesuaikan waktu belajar dengan kondisi dan usia anak. Semakin kecil usia anak, kemampuan untuk bertahan dan konsentrasi semakin sedikit. Pilih juga waktu belajar yang tepat dengan kondisi anak, misal sebelum dan sesudah makan malam.'

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.