Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 24/01/2019, 23:48 WIB

KOMPAS.com — Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan (Kemenristekdikti) mendorong agar tidak ada lagi dikotomi antara perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS). Diharapkan keduanya di masa mendatang akan memiliki kualitas sama.

Perguruan yang terbaik bukan perguruan tinggi negeri. Perguruan tinggi yang terbaik bukan perguruan tinggi swasta. Perguruan tinggi yang terbaik adalah perguruan tinggi yang bermutu.

Hal ini disampaikan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir saat hadir dalam Sarasehan Asosiasi Badan Penyelenggaraan Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABPPTSI) di Kampus Binus Anggrek, Jakarta (23/1/2019).

Hampir 2,5 jam lebih Menristekdikti menyempatkan waktu untuk membahas berbagai hal yang menjadi kendala dan tantangan PTS saat ini.

Reformasi kebijakan birokrasi

"Proses perizinan nanti tidak seperti masa lalu yang sangat panjang dan memakan waktu lama. Hal ini sesuai dengan arahan Presiden bahwa semua proses perizinan dipercepat, tetapi monitoring dan evaluasi harus diperketat," ungkap Nasir.

Menristekdikti menegaskan jangan sampai masih ada lagi istilah "kalau bisa dipersulit kenapa harus dipermudah". 

Baca juga: Kemenristekdikti Imbau Penguatan Karakter Bela Negara

Nasir menambahkan, kebijakan baru dibuat dengan mengedepankan asas kepercayaan, tetapi dengan tetap menjaga kualitas prodi tersebut.

”Instrumen persyaratan minimum pembukaan prodi yang sebelumnya 9 kriteria, kita pangkas menjadi 3 kriteria yang benar-benar penting," ujarnya. 

Dengan reformasi kebijakan ini, Menristekdikti berharap kepada PTS untuk segera membuka program studi yang dibutuhkan industri saat ini sehingga kedepannya dapat menggerakkan perekonomian Indonesia ke arah yang lebih baik.

Menjawab tantangan dunia kerja

Pada kesempatan sama Ketua Yayasan Bina Nusantara Bernard Gunawan mengatakan bahwa perguruan tinggi saat ini menghadapi tantangan besar di era Revolusi Industri 4.0.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+