Fitria dan Upaya Guru Menghadirkan Kegembiraan dalam Kelas di Lombok

Kompas.com - 31/01/2019, 21:02 WIB
Fitria Kaplale, guru kelas awal di SDN 2 Pemenang Barat, Lombok Utara, adalah salah satu guru yang terdampak gempa dan mengikuti pelatihan psikoedukasi dalam memulihkan trauma siswa yang terkena dampak bencana. Dok. INOVASIFitria Kaplale, guru kelas awal di SDN 2 Pemenang Barat, Lombok Utara, adalah salah satu guru yang terdampak gempa dan mengikuti pelatihan psikoedukasi dalam memulihkan trauma siswa yang terkena dampak bencana.

Fitria bersama rekan-rekan guru dan kepala sekolah pun mengikuti kegiatan pelatihan psikoedukasi Program Pendidikan Tanggap Darurat dan Pemulihan Pasca Gempa yang diadakan INOVASI pada bulan Oktober 2018.

Tujuan dari pelatihan yang berlangsung di SDN 2 Sokong selama dua hari tersebut adalah agar para guru bisa mengurangi tingkat trauma siswa dengan metode permainan dan imajinasi.

Mengurangi trauma siswa 

Setelah mengikuti pelatihan, Fitria langsung mempraktikkan apa yang didapatnya saat pelatihan. Menurutnya, pelatihan tersebut sangat bermanfaat dan membantu dirinya saat mengajar.

“Ilmu yang kami dapat saat pelatihan kemarin sangat bermanfaat sekali bagi kami para guru dan bahkan bagi siswa. Dengan mempraktikkan apa yang kami dapat saat pelatihan kemarin dapat mengurangi trauma siswa atau  trauma healing,” ungkap Fitria.

Mempraktikkan apa yang didapatkan saat pelatihan diakui tidak begitu sulit bagi Fitria karena menurutnya yang perlu dilakukan guru adalah menyesuaikan metode dengan materi pembelajaran disampaikan.

“Alhamdulillah, sampai saat ini saya belum menemui kendala yang berarti ketika mempraktikkan apa yang saya dapat di pelatihan psikoedukasi kemarin. Menurut saya yang perlu dilakukan adalah mencari hubungan antara metode yang akan kita gunakan dengan materi pelajaran yang akan kita sampaikan,” ujar Fitria.

Perubahan membawa kegembiraan 

Setelah beberapa kali mempraktikkan dalam pembelajaran, perubahan terjadi pun membuat Fitria sangat senang.

Di dalam kelas, siswa-siswanya kini terlihat lebih menikmati kegiatan belajar. Mereka juga sering mengulangi yel-yel atau permainan yang pernah ia praktikkan di kelas tanpa diminta. Hal tersebut menjadi pertanda apa yang dilakukan Fitria di kelas diterima baik oleh siswa.

“Saya tidak menyangka kalau respon siswa-siswa saya seperti itu. Menurut saya ini sangat luar biasa karena kadang-kadang mereka tiba-tiba menyanyikan yel-yel yang pernah saya ajarkan seolah mereka mengajak saya untuk melakukannya lagi," cerita Fitria.

Ia melanjutkan, "Harapan saya semoga dengan seperti ini terus orang tua siswa juga semakin tenang untuk mengizinkan anak-anak mereka belajar di sekolah.”

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Skor PISA 2018, Ari Widowati: 'Alarm Keras' untuk Segera Lakukan Perubahan

Skor PISA 2018, Ari Widowati: "Alarm Keras" untuk Segera Lakukan Perubahan

Edukasi
10 Tanggapan 'Mas Menteri' Soal 'Rapor Merah' Skor PISA Indonesia

10 Tanggapan "Mas Menteri" Soal "Rapor Merah" Skor PISA Indonesia

Edukasi
Skor PISA Melorot, Disparitas dan Mutu Guru Penyebab Utama

Skor PISA Melorot, Disparitas dan Mutu Guru Penyebab Utama

Edukasi
Soal Skor PISA 2018, Mendikbud Nadiem: Tidak Perlu Dikemas agar Jadi Berita Positif

Soal Skor PISA 2018, Mendikbud Nadiem: Tidak Perlu Dikemas agar Jadi Berita Positif

Edukasi
Skor PISA 2018: Peringkat Lengkap Sains Siswa di 78 Negara, Ini Posisi Indonesia

Skor PISA 2018: Peringkat Lengkap Sains Siswa di 78 Negara, Ini Posisi Indonesia

Edukasi
Skor PISA 2018: Daftar Peringkat Kemampuan Matematika, Berapa Rapor Indonesia?

Skor PISA 2018: Daftar Peringkat Kemampuan Matematika, Berapa Rapor Indonesia?

Edukasi
Daftar Lengkap Skor PISA 2018: Kemampuan Baca, Berapa Skor Indonesia?

Daftar Lengkap Skor PISA 2018: Kemampuan Baca, Berapa Skor Indonesia?

Edukasi
Data Scientist Indonesia Masih Langka, Ini Kemampuan yang Wajib Dimiliki

Data Scientist Indonesia Masih Langka, Ini Kemampuan yang Wajib Dimiliki

Edukasi
Universitas dan Industri Perlu Berkolaborasi Aktif Siapkan SDM

Universitas dan Industri Perlu Berkolaborasi Aktif Siapkan SDM

Edukasi
ITB Juara 'Huawei ‘ICT Competition 2019-2020' Tingkat Nasional

ITB Juara "Huawei ‘ICT Competition 2019-2020" Tingkat Nasional

Edukasi
Mengawal Mutu Pendidikan Tanpa Mengorbankan Kemerdekaan Belajar

Mengawal Mutu Pendidikan Tanpa Mengorbankan Kemerdekaan Belajar

Edukasi
Eksistensi Platform Indonesiana, Saat Ini dan Masa Mendatang

Eksistensi Platform Indonesiana, Saat Ini dan Masa Mendatang

Edukasi
Suka K-Pop? Jurusan Sastra Korea Mungkin Cocok buat Kamu, Ini Penjelasannya

Suka K-Pop? Jurusan Sastra Korea Mungkin Cocok buat Kamu, Ini Penjelasannya

Edukasi
Hari Disabilitas, Atma Jaya: Mendorong Indonesia Ramah Disabilitas

Hari Disabilitas, Atma Jaya: Mendorong Indonesia Ramah Disabilitas

Edukasi
Soal Wacana Tiga Hari Sekolah, Bukik Setiawan: Hari Sekolah Bukan Esensi

Soal Wacana Tiga Hari Sekolah, Bukik Setiawan: Hari Sekolah Bukan Esensi

Edukasi
Close Ads X