Kemendikbud Siap Gelar Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan 2019

Kompas.com - 08/02/2019, 18:34 WIB
Staf Ahli Bidang Inovasi dan Daya Saing Kemendikbud, Ananto Kusuma Seta dalam acara konferensi pers jelang Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan, Jumat (08/02/2019) di Gedung Kemendikbud, Jakarta.Dok. Kompas.com Staf Ahli Bidang Inovasi dan Daya Saing Kemendikbud, Ananto Kusuma Seta dalam acara konferensi pers jelang Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan, Jumat (08/02/2019) di Gedung Kemendikbud, Jakarta.

KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) akan menyelenggarakan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) selama 4 hari, mulai tanggal 11-14 Februari 2019, di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Pegawai Kemendikbud, Bojongsari, Depok, Jawa Barat.

Acara ini bertujuan membangun sinergi antara seluruh pemangku kepentingan pendidikan dan kebudayaan, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, dan masyarakat. Rencananya, RNPK akan dibuka Presiden RI Joko Widodo pada Selasa (12/2/2019).

Merumuskan solusi bersama

“Melalui RNPK diharapkan dapat membangun sinergi pusat dan daerah serta masyarakat untuk menyukseskan program-program prioritas sebagaimana tertuang dalam Nawa Cita, sekaligus merumuskan rancangan kebijakan pendidikan dan kebudayaan tahun 2020,” jelas Staf Ahli Bidang Inovasi dan Daya Saing Kemendikbud, Ananto Kusuma Seta.

Dalam acara konferensi pers di kantor Kemendikbud, Jakarta, Jumat (08/02/2019) selaku Ketua Steering Committee RNPK 2019 Ananto berharap berbagai pihak dapat berbagi pengalaman dan informasi terkait praktik baik serta permasalahan dihadapi dalam mengelola pendidikan dan kebudayaan.

Baca juga: Kawal Dana Pendidikan, Kemendikbud Gandeng KPK dalam Pengawasan

Selanjutnya, peserta bersama-sama dapat merumuskan solusi yang dapat diadopsi pihak-pihak terkait.

“Penyelenggaraan RNPK ini menjadi wadah dan upaya meningkatkan kerja sama berbagai pihak untuk bersama-sama membangun dan memajukan pendidikan dan kebudayaan,” tutur Ananto.

Mengangkat isu strategis 

Tahun ini penyelenggaraan RNPK mengangkat tema “Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan”. “Dengan tema tersebut beberapa isu strategis terkait pendidikan dan kebudayaan menjadi pokok bahasan dalam RNPK,” ujar Ananto.

Isu-isu strategis akan dibahas dalam diskusi kelompok terdiri atas:

  • Penataan dan Pengangkatan Guru
  • Revitalisasi Pendidikan Vokasi
  • Sistem Zonasi Pendidikan
  • Pemajuan Kebudayaan
  • Penguatan Sistem Perbukuan dan Penguatan Literasi.

RNPK akan menghadirkan sejumlah pembicara, baik dari Kemendikbud maupun dari luar Kemendikbud. Pembicara dari luar Kemendikbud akan hadir di antaranya; Menteri Koordinator Bidang PMK, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Menteri Dalam Negeri, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Wakil Menteri Keuangan, Wakil Ketua KPK, serta beberapa bupati dari pemerintah daerah.

Jumlah peserta terbesar

Selain itu juga ada pembicara dari dunia usaha dan dunia industri yang terlibat dalam penguatan pendidikan vokasi, yaitu PT Astra Internasional dan PT Benih Citra Asia Jember. Selain itu, juga akan berbagi kisah sukses dari Djohan Yoga, serta peluncuran “Dapobahasa” dan “Rumah Belajar”.

RNPK tahun 2019 melibatkan 1.232 peserta yang terdiri dari pemangku kepentingan pendidikan dan kebudayaan di pusat maupun di daerah termasuk organisasi sosial dan komunitas pendidikan dan kebudayaan.

"Jumlah ini merupakan jumlah terbesar sepanjang sejarah pelaksanaan RNPK," ungkapnya.

“Mari kita bersama-sama mendukung dalam menyukseskan pelaksanaan RNPK tahun 2019 untuk menguatkan pendidikan dan memajukan kebudayaan,” pesan Ananto. Ananto optimis RNPK akan mampu menghasilkan rekomedasi solusi atas berbagai permasalahan pendidikan dan kebudayaan saat ini. 


Terkini Lainnya

BNN Antisipasi 8 Narkoba Jenis Baru yang Belum Diatur Peraturan Menteri Kesehatan

BNN Antisipasi 8 Narkoba Jenis Baru yang Belum Diatur Peraturan Menteri Kesehatan

Megapolitan
Fakta Nelayan Temukan Drone Laut di Kepri, Sempat Dikira Rudal hingga Buatan China

Fakta Nelayan Temukan Drone Laut di Kepri, Sempat Dikira Rudal hingga Buatan China

Regional
Kotak Suara Pemilu Diangkut Pakai Mobil Sampah di Makassar

Kotak Suara Pemilu Diangkut Pakai Mobil Sampah di Makassar

Regional
Ditjen Pemasyarakatan Serahkan Kartu Identitas untuk 1.103 Anak dari LPKA

Ditjen Pemasyarakatan Serahkan Kartu Identitas untuk 1.103 Anak dari LPKA

Nasional
Mau Naik MRT? Pahami Dulu Aturan dan Larangan Berikut Ini...

Mau Naik MRT? Pahami Dulu Aturan dan Larangan Berikut Ini...

Megapolitan
Kuasa Hukum Sebut Jokdri Diperiksa soal Barang Bukti dan Aliran Dana

Kuasa Hukum Sebut Jokdri Diperiksa soal Barang Bukti dan Aliran Dana

Megapolitan
Caleg Jadi Bos Komplotan Pencuri, Alasannya Butuh Duit untuk Kampanye

Caleg Jadi Bos Komplotan Pencuri, Alasannya Butuh Duit untuk Kampanye

Regional
Tak Diberi Uang Jajan, Seorang Pemuda Rusak Kios dan Ancam Bunuh Abangnya

Tak Diberi Uang Jajan, Seorang Pemuda Rusak Kios dan Ancam Bunuh Abangnya

Regional
Survei Vox Populi: Jokowi-Ma'ruf 54,1 Persen, Prabowo-Sandiaga 33,6 Persen

Survei Vox Populi: Jokowi-Ma'ruf 54,1 Persen, Prabowo-Sandiaga 33,6 Persen

Nasional
KPU Batalkan Keikutsertaan 6 Parpol Dalam Pemilu di NTT

KPU Batalkan Keikutsertaan 6 Parpol Dalam Pemilu di NTT

Regional
Akses Halte Bundaran HI ke Stasiun MRT Belum Ramah Disabilitas

Akses Halte Bundaran HI ke Stasiun MRT Belum Ramah Disabilitas

Megapolitan
Enam Anggota DPRD Babel Korban Lion Air JT 610 Tuntas di PAW

Enam Anggota DPRD Babel Korban Lion Air JT 610 Tuntas di PAW

Regional
TKN: Di Tempat Kami Enggak Ada Orang seperti Ratna Sarumpaet, Fadli Zon, Amien Rais...

TKN: Di Tempat Kami Enggak Ada Orang seperti Ratna Sarumpaet, Fadli Zon, Amien Rais...

Nasional
KPU Kepri Coret 6 Parpol karena Tak Laporan Dana Kampanye

KPU Kepri Coret 6 Parpol karena Tak Laporan Dana Kampanye

Regional
Peringati Hari Jadi Ke-484 Masjid Menara Kudus, Simbol Toleransi Umat Beragama

Peringati Hari Jadi Ke-484 Masjid Menara Kudus, Simbol Toleransi Umat Beragama

Regional


Close Ads X