Menristekdikti Tantang UI Masuk Daftar Peringkat 200 Terbaik Dunia

Kompas.com - 13/02/2019, 21:51 WIB
Menristekdikti Mohamad Nasir didampingi Duta Besar Jepang untuk Indonesia H.E.Ishii Masafumi, Rektor UI Muhammad Anis, Direktur RSUI Julianto Witjaksono dan Chief representatives JiCA Indonesia Mr. Yamanaka Sinichi meresmikan Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) di kompleks Kampus UI, Depok, Rabu ini (13/2//2019).Dok. Kemenristekdikti Menristekdikti Mohamad Nasir didampingi Duta Besar Jepang untuk Indonesia H.E.Ishii Masafumi, Rektor UI Muhammad Anis, Direktur RSUI Julianto Witjaksono dan Chief representatives JiCA Indonesia Mr. Yamanaka Sinichi meresmikan Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) di kompleks Kampus UI, Depok, Rabu ini (13/2//2019).

KOMPAS.com - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir didampingi Duta Besar Jepang untuk Indonesia H.E.Ishii Masafumi, Rektor Universitas Indonesia Muhammad Anis, Direktur RSUI Julianto Witjaksono dan Chief representatives JiCA Indonesia Mr. Yamanaka Sinichi meresmikan Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) yang berlokasi di dalam kompleks Kampus UI, Depok, Rabu ini (13/2//2019).

Kehadiran RSUI ini ditargetkan akan menaikkan posisi UI pada tataran perguruan tinggi internasional di atas ranking 200 dunia.

Saya berharap rumah sakit Universitas Indonesia ini menjadi pusat pengembangan pendidikan dan inovasi dalam bidang kesehatan. Kehadiran RSUI ini dapat meningkatkan standar Universitas Indonesia bukan hanya menjadi rujukan tingkat nasional, namun saya berharap Universitas Indonesia menjadi universitas global," ujar Mohamad Nasir.

Kemenristekdikti menambahkan, "Tantangan yang harus kita hadapi itu bagaimana membawa institusi pendidikan tinggi Indonesia pada standar dunia. Saya tantang UI naik ke peringkat 200 besar dunia." 

Baca juga: Dibuka untuk Umum, Ini Fasilitas yang Tersedia di RSUI Depok

Sebelumnya, RSUI telah beroperasi terbatas bagi sivitas akademika UI dan para staff di lingkungan UI sejak 22 November 2018. RSUI kini dapat menerima pasien dari masyarakat sekaligus beroperasi menjadi tempat pengembangan pendidikan dan inovasi dalam bidang kesehatan. 

RS pendidikan terbesar

Menteri Nasir mengapresiasi UI yang telah membangun rumah sakit dengan fasilitas baik dan memiliki teknologi tahan gempa hingga 9 skala Richter.

Namun demikian Menristekdikti mengingatkan agar UI tidak berpuas diri dengan capaian yang ada, UI dan RSUI  dituntut untuk selalu meningkatkan kualitas dengan membandingkan diri dan mempelajari ‘best practice’  dari perguruan tinggi dan rumah sakit pendidikan dari negara lain yang yang telah lebih maju.

Menteri Nasir juga mengatakan Kemenristekdikti telah membangun 24 rumah sakit pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. RSUI merupakan salah satu rumah sakit pendidikan terbaik dan terbesar yang ada di Indonesia.

Rektor UI Muhammad Anis menuturkan, “RSUI diharapkan mampu menjadi center of excellence di bidang kesehatan Indonesia yang dapat meningkatkan kapasitas pendidikan dan penelitian para mahasiswa di “Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan UI” yaitu Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, Keperawatan, Farmasi, Kesehatan Masyarakat (inter-professional education)."

Layanan kesehatan dan masyarakat

Rektor UI juga menambahkan, "RSUI juga berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia melalui kolaborasi dengan universitas-universitas regional.”

Direktur RSUI Julianto menambahkan, “RSUI merupakan pelopor penerapan konsep pelayanan primer, sekunder dan tersier dalam satu atap melalui integrasi kolaborasi hospital care dan community care."

Konsep ini, menurutnya, berkesesuaian dengan norma yang dimuat dalam Peraturan Pemerintah Nomor 93 tahun 2015 tentang Rumah Sakit Pendidikan.

Pelayanan Kesehatan Satu Atap ini sangat memudahkan pasien untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang sesuai kebutuhannya secara holistik dengan lebih cepat, lebih baik dan lebih efiesien.

"Selain itu, RSUI diposisikan akan menjadi rumah sakit pusat nasional untuk penelitian kendali mutu dan kendali biaya dalam penyelenggaraan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN),” tambah Julianto.


Terkini Lainnya

Akses Halte Bundaran HI ke Stasiun MRT Belum Ramah Disabilitas

Akses Halte Bundaran HI ke Stasiun MRT Belum Ramah Disabilitas

Megapolitan
Enam Anggota DPRD Babel Korban Lion Air JT 610 Tuntas di PAW

Enam Anggota DPRD Babel Korban Lion Air JT 610 Tuntas di PAW

Regional
TKN: Di Tempat Kami Enggak Ada Orang seperti Ratna Sarumpaet, Fadli Zon, Amien Rais...

TKN: Di Tempat Kami Enggak Ada Orang seperti Ratna Sarumpaet, Fadli Zon, Amien Rais...

Nasional
KPU Kepri Coret 6 Parpol karena Tak Laporan Dana Kampanye

KPU Kepri Coret 6 Parpol karena Tak Laporan Dana Kampanye

Regional
Peringati Hari Jadi Ke-484 Masjid Menara Kudus, Simbol Toleransi Umat Beragama

Peringati Hari Jadi Ke-484 Masjid Menara Kudus, Simbol Toleransi Umat Beragama

Regional
Banyak Kekerasan terhadap Pers, AJI Bentuk Komite Keselamatan Jurnalis

Banyak Kekerasan terhadap Pers, AJI Bentuk Komite Keselamatan Jurnalis

Nasional
Kuasa Hukum Bantah Jokdri Mangkir dari Panggilan Satgas Antimafia Bola

Kuasa Hukum Bantah Jokdri Mangkir dari Panggilan Satgas Antimafia Bola

Megapolitan
Trump Puas Tuduhan Dirinya Berkonspirasi dengan Rusia Tak Terbukti

Trump Puas Tuduhan Dirinya Berkonspirasi dengan Rusia Tak Terbukti

Internasional
14 Panduan dan Tata Cara Naik MRT Jakarta

14 Panduan dan Tata Cara Naik MRT Jakarta

Megapolitan
Alasan Ma'ruf Amin Tak Kampanye Perdana Bersama Jokowi di Serang

Alasan Ma'ruf Amin Tak Kampanye Perdana Bersama Jokowi di Serang

Nasional
Kasus Romahurmuziy, KPK Panggil Ketua DPW PPP Jawa Timur

Kasus Romahurmuziy, KPK Panggil Ketua DPW PPP Jawa Timur

Nasional
Senin Pagi Gunung Merapi Keluarkan Tiga Kali Awan Panas Guguran Mengarah ke Hulu Kali Gendol

Senin Pagi Gunung Merapi Keluarkan Tiga Kali Awan Panas Guguran Mengarah ke Hulu Kali Gendol

Regional
BNN: Sepanjang 2018, 2 Juta Mahasiswa dan 1,5 Juta Pekerja Terlibat Narkoba

BNN: Sepanjang 2018, 2 Juta Mahasiswa dan 1,5 Juta Pekerja Terlibat Narkoba

Megapolitan
Mahasiswa Universitas Timor Tewas Ditikam Temannya saat Sedang Berdiskusi

Mahasiswa Universitas Timor Tewas Ditikam Temannya saat Sedang Berdiskusi

Regional
Sisihkan Gajinya Bagi Siswa Miskin, Guru di Kenya Ini Menang Hadiah Rp 14 Miliar

Sisihkan Gajinya Bagi Siswa Miskin, Guru di Kenya Ini Menang Hadiah Rp 14 Miliar

Internasional


Close Ads X