Di Usia 21 Tahun, Diva Sudah Jadi Pebisnis Beromzet Rp 2,2 Miliar!

Kompas.com - 19/02/2019, 17:13 WIB
Di usia 21 tahun, Diva Velda, mahasiswi Bisnis Creation Binus Malang ini sudah jadi pebisnis oleh-oleh makanan ringan beromzet miliaran rupiah di Kota Malang, Jawa Timur. Dok Diva VeldaDi usia 21 tahun, Diva Velda, mahasiswi Bisnis Creation Binus Malang ini sudah jadi pebisnis oleh-oleh makanan ringan beromzet miliaran rupiah di Kota Malang, Jawa Timur.
Penulis Latief
|
Editor Latief

"Banyak orang mendapatkan ide, bahkan idenya muncul secara cepat, tapi useless, tak berguna kemudian. Nah, di kuliah ini saya tahu itu. Saya belajar cara memahami pasar. sudah tidak ngawur lagi, benar-benar tahu pasarlah," papar Diva.

Setelah ikut kompetisi business plan itu, lanjut Diva, 6 bulan kemudian dia resmi meluncurkan Oh My Ghetuk. Tapi, penghasilannya yang sudah miliaran rupiah tak membuat mahasiswi semester empat ini jadi malas dan abai dengan tugas kuliah.

"Saya tetap ingin mandiri seperti waktu SD dan SMA, tak mau merepotkan orang tua. Zaman sekarang harus cerdas. Saya mau jadi milenial yang cerdas. Kita punya bisnis harus belajar dari pengalaman orang lain supaya enggak jatuh di bisnis yang sama," kata Diva.

Lebih dari itu, lanjut Diva, dia kepingin menyelipkan misi untuk masyarakat dalam bisnisnya, terutama para petani singkong.

Pada awal menekuni bisnis getuk ini, menurut Diva, harga singkong masih Rp 200 perak. Dari situ dia ingin punya social impact pada bisnis yang dilakukannya.

"Maka, target saya di 2019 ini adalah bisa mengedukasi para petani singkong, karena mereka mengaku susah menjual singkongnya. Saya ingin menginspirasi mereka tentang value singkong, mulai dari keripik, gaplek, getuk dan lain-lainnya. Pokoknya, segala cara untuk menaikkan nilai singkong dalam kehidupan sehari-hari mereka," kata Diva.

Diva mengaku yakin, dari sekadar menjual jajanan tradisional, dia bisa membawa getuk bukan saja di kancah nasional, tapi juga internasional. Untuk itulah, dia aktif menggandeng pebisnis travel, hotel, bahkan dinas pariwisata untuk mengenalkan getuk singkong tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dengan harga per bungkus Rp 55.000, Diva yakin getuk yang dijualnya sudah "naik kelas" sebagai oleh-oleh yang menarik, bukan lagi sekadar jajanan warung tradisional.

"Sekarang ini sehari itu saya bisa memproduksi 200 sampai 1000 boks getuk. Satu boks itu seperti roti gulung. Jadi, basic-nya adalah oleh-oleh, bukan jajanan warung," ucapnya.

Pada libur natal Desember 2018 lalu Diva berhasil menjual dua kali lipat daripada bulan-bulan sebelumnya. Oh My Gethuk meraup omzet Rp 500 juta.

"Saya berhasil menjual sekitar 10.000 boks sebulan, di Desember itu saja. Untuk Lebaran nanti saya juga sudah siapkan rencana produksi," tutup Diva.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.