PTN, Siswa dan "Edutech" Bersiap Jelang Perubahan Sistem SBMPTN 2019

Kompas.com - 19/02/2019, 21:27 WIB
Edutech Quipper Indonesia menggelar diskusi pendidikan jelang SBMPTN 2019 di Kuningan, Jakarta (19/2/2019). Dok. QuipperEdutech Quipper Indonesia menggelar diskusi pendidikan jelang SBMPTN 2019 di Kuningan, Jakarta (19/2/2019).

KOMPAS.com - Memasuki awal tahun dan semester genap kalender akademik, siswa Indonesia tengah disibukkan persiapan Ujian Nasional dan seleksi masuk perguruan tinggi negeri ( PTN).

Ada 2 jalur dibuka pemerintah untuk masuk PTN yakni Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri ( SNMPTN) yang merupakan jalur undangan prestasi akademik dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri ( SBMPTN) yang merupakan ujian terbuka bagi calon mahasiswa.

Kedua hal tersebut selalu menjadi topik penting dan selalu menarik perhatian, khususnya SBMPTN. Tercatat pada tahun 2018 kata kunci SNMPTN dicari lebih dari 2 juta kali dan kata kunci SBMPTN dicari lebih dari 4 juta kali melalui mesin pencari Google.

Jumlah tersebut diprediksi akan meningkat karena tahun ini pemerintah melalui Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi membuat peraturan terbaru. Pada SNMPTN 2018, PTN wajib menyisihkan minimal 30 persen daya tampung mahasiswa baru melalui jalur SNMPTN. Sedangkan, tahun ini PTN hanya wajib menyisihkan 20 persen saja.

Perubahan sistem SBMPTN

Penurunan persentase tersebut dilakukan untuk melihat efektivitas penerimaan mahasiswa baru melalui jalur SBMPTN yang tahun ini sistem pelaksanaannya mengalami perubahan cukup signifikan.

Baca juga: Diperpanjang Lagi, Pendaftaran SNMPTN 2019 Gunakan Sistem Ganjil-Genap

 

Selain mengubah sistem ujian menjadi berbasis komputer, sistem penilaian dan periode pelaksanaan pun juga berubah.

Ditemui dalam acara diskusi pendidikan siang ini (19/2/2019) di bilangan Kuningan, Jakarta, Kepala Seksi Pembelajaran dan Teknologi Kemenristek Dikti Fajar Priautama menjelaskan, “Kami melakukan perubahan tidak hanya terkait sistem, tapi penyelenggaraan. Jika dulu kepanitian ujian dilakukan secara ad-hoc dengan menunjuk PTN terpilih, tahun ini kami membentuk Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) untuk mengelola seleksi masuk agar lebih sistematis dan membantu PTN menyaring siswa berkualitas”

Fajar menambahkan jika dulu pelaksanaan ujian dilaksanakan satu kali saja, kini ujian dapat dilakukan sebanyak 2 kali dengan waktu yang dapat ditentukan sendiri peserta.

Hal ini dapat dilakukan karena ujian berlangsung beberapa kali selama periode SBMPTN 2019 berlangsung, sejak Maret - Mei 2019. Selain itu siswa dapat mendaftarkan diri ke PTN setelah mendapatkan nilai dari SBMPTN

Kesiapan jelang SBMPTN 2019

Menanggapi perubahan, Quipper selaku perusahaan pendidikan teknologi juga mempersiapkan diri untuk membantu siswa. Head of Content Quipper Indonesia Pipit Indrawati menyampaikan, “Kami melakukan persiapan sangat serius terkait konten. Khusus  SBMPTN, kami mempersiapkan Paket Intensif SBMPTN 2019  berisi paket prediksi soal, tryout,  bank soal SBMPTN sebelumnya serta tips dan trik cara mengerjakan soal."

Ia menambahkan timnya juga telah menyiapkan konten soal dengan materi High Order Thinking Skills (HOTS) sesuai dengan arahan pemerintah. Pipit juga menyampaikan Quipper juga menyiapkan fitur Quipper Video Masterclass untuk membantu siswa memperdalam pembelajaran secara personal melalui tutor dan kakak pembimbing yang siap dapat berkomunikasi langsung via chat di aplikasi.

Dalam diskusi turut hadir Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Padjadjaran Arry Bainus, dan Kepala Sekolah SMAN 61 Jakarta Horale Tua Simanullang. Keduanya mengaku  PTN dan sekolah telah siap menerima perubahan sistem dan melakukan sosialisasi kepada para peserta seleksi penerimaan mahasiswa baru.

Diharapkan dengan berbagai persiapan dilakukan PTN, sekolah dan juga pihak swasta, peralihan sistem ini dapat berjalan dengan lancar dan dapat memudahkan calon mahasiswa. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Skor PISA 2018, Ari Widowati: 'Alarm Keras' untuk Segera Lakukan Perubahan

Skor PISA 2018, Ari Widowati: "Alarm Keras" untuk Segera Lakukan Perubahan

Edukasi
10 Tanggapan 'Mas Menteri' Soal 'Rapor Merah' Skor PISA Indonesia

10 Tanggapan "Mas Menteri" Soal "Rapor Merah" Skor PISA Indonesia

Edukasi
Skor PISA Melorot, Disparitas dan Mutu Guru Penyebab Utama

Skor PISA Melorot, Disparitas dan Mutu Guru Penyebab Utama

Edukasi
Soal Skor PISA 2018, Mendikbud Nadiem: Tidak Perlu Dikemas agar Jadi Berita Positif

Soal Skor PISA 2018, Mendikbud Nadiem: Tidak Perlu Dikemas agar Jadi Berita Positif

Edukasi
Skor PISA 2018: Peringkat Lengkap Sains Siswa di 78 Negara, Ini Posisi Indonesia

Skor PISA 2018: Peringkat Lengkap Sains Siswa di 78 Negara, Ini Posisi Indonesia

Edukasi
Skor PISA 2018: Daftar Peringkat Kemampuan Matematika, Berapa Rapor Indonesia?

Skor PISA 2018: Daftar Peringkat Kemampuan Matematika, Berapa Rapor Indonesia?

Edukasi
Daftar Lengkap Skor PISA 2018: Kemampuan Baca, Berapa Skor Indonesia?

Daftar Lengkap Skor PISA 2018: Kemampuan Baca, Berapa Skor Indonesia?

Edukasi
Data Scientist Indonesia Masih Langka, Ini Kemampuan yang Wajib Dimiliki

Data Scientist Indonesia Masih Langka, Ini Kemampuan yang Wajib Dimiliki

Edukasi
Universitas dan Industri Perlu Berkolaborasi Aktif Siapkan SDM

Universitas dan Industri Perlu Berkolaborasi Aktif Siapkan SDM

Edukasi
ITB Juara 'Huawei ‘ICT Competition 2019-2020' Tingkat Nasional

ITB Juara "Huawei ‘ICT Competition 2019-2020" Tingkat Nasional

Edukasi
Mengawal Mutu Pendidikan Tanpa Mengorbankan Kemerdekaan Belajar

Mengawal Mutu Pendidikan Tanpa Mengorbankan Kemerdekaan Belajar

Edukasi
Eksistensi Platform Indonesiana, Saat Ini dan Masa Mendatang

Eksistensi Platform Indonesiana, Saat Ini dan Masa Mendatang

Edukasi
Suka K-Pop? Jurusan Sastra Korea Mungkin Cocok buat Kamu, Ini Penjelasannya

Suka K-Pop? Jurusan Sastra Korea Mungkin Cocok buat Kamu, Ini Penjelasannya

Edukasi
Hari Disabilitas, Atma Jaya: Mendorong Indonesia Ramah Disabilitas

Hari Disabilitas, Atma Jaya: Mendorong Indonesia Ramah Disabilitas

Edukasi
Soal Wacana Tiga Hari Sekolah, Bukik Setiawan: Hari Sekolah Bukan Esensi

Soal Wacana Tiga Hari Sekolah, Bukik Setiawan: Hari Sekolah Bukan Esensi

Edukasi
Close Ads X