Forum Rektor Bicara Soal Peran Perguruan Tinggi di Ketahanan Energi

Kompas.com - 19/02/2019, 23:02 WIB
Forum Rektor Indonesia (FRI) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) membahas peran perguruan tinggi dalam mendukung ketahanan energi Indonesia Kampus Universitas Pertamina, Jakarta (16/2/2019). Dok. Universitas PertaminaForum Rektor Indonesia (FRI) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) membahas peran perguruan tinggi dalam mendukung ketahanan energi Indonesia Kampus Universitas Pertamina, Jakarta (16/2/2019).

KOMPAS.com - Energi kini tidak lagi dipandang sebagai komoditas melainkan faktor penggerak utama pertumbuhan ekonomi. Sebagai negara berkembang dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil, Indonesia secara signifikan menjaga dan menyeimbangkan ketahanan energi nasional.

Untuk itu, pemerintah menghadapi tantangan berupa peningkatan pasokan energi secara berkelanjutan.

Melihat ketahanan energi nasional menjadi isu strategis yang perlu dibahas, Forum Rektor
Indonesia (FRI) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) membahas peran perguruan
tinggi dalam mendukung ketahanan energi Indonesia pada 16 Februari 2019 di Kampus
Universitas Pertamina, Jakarta.

3 strategi SDM Migas

Dwi Soetjipto, Kepala SKK Migas dalam paparan yang diwakili Sukandar, Wakil Kepala SKK Migas mengenai peran dan strategi pengembangan migas dalam mempertahankan dan meningkatkan ketahanan energi nasional menyatakan bahwa SKK Migas telah melakukan sejumlah langkah strategis dalam memaksimalkan sumber daya Indonesia.

Baca juga: 11 Perguruan Tinggi Negeri Ini Ditargetkan Masuk 500 Terbaik Dunia

Langkah strategis itu di antaranya: (1) berperan dalam pengembangan riset bekerjasama dengan perguruan tinggi atau lembaga riset, (2) mendorong tumbuhnya industri penunjang dalam negeri, (3) pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kemampuan SDM nasional.

“Ukuran keberhasilan SKK Migas tidak sebatas seberapa besar kontribusi migas terhadap pendapatan negara dan bertambahnya cadangan migas nasional, tetapi juga bagaimana kemampuan SDM nasional meningkat yang akan mendorong peningkatan daya saing perusahaan nasional, tidak hanya berkompetisi di pasar dalam negeri, tetapi juga ekspansi ke luar negeri,” jelas Dwi Soetjipto.

Sinergi 3 pemangku kepentingan

Senada dengan pernyataan Kepala SKK Migas, Prof. Akhmaloka Rektor Universitas Pertamina  menyampaikan sinergi triple helix menjadi kekuatan bagi pemerintah, perguruan tinggi, dan juga industri dalam mewujudkan ketahanan energi.

“Universitas Pertamina sebagai perguruan tinggi berbasis energi tidak hanya mengembangkan kompetensi mahasiswa maupun tenaga pendidik di bidang energi namun juga menjalin kerjasama dengan pemerintah dan industri dalam melakukan riset dan pengembangan ketahanan energi yang menjadi riset unggulan stratejik nasional,” jelasnya.

Memperkuat diskusi mengenai peran perguruan tinggi dalam ketahanan energi, Prof. Kamal Nasharuddin Mustapha, Vice Chancellor Universiti Tenaga Nasional (UNITEN) menyampaikan peran UNITEN dalam mendukung ketahanan energi di Malaysia, termasuk membuat peta jalan dalam menghasilkan ahli untuk industri energi guna mencapai ketahanan energi Malaysia.

Lebih lanjut Budi W. Soetjipto, Wakil Rektor Universitas Pertamina Bidang Riset, Pengembangan dan Kerjasama, menekankan pentingnya kemitraan antar perguruan tinggi termasuk dengan perguruan tinggi asing, dalam mengembangkan kompetensi mahasiswa dan tenaga pendidik melalui berbagai penelitian di sektor migas dan energi baru dan terbarukan agar tercipta pertukaran dan sinergi pengetahuan yang optimal.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads X