Kompas.com - 21/02/2019, 17:17 WIB
Menristekdikti saat memberikan sambutan pada peresmian gedung proyek Islamic Development Bank (IsDB) 7in1 di Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Surabaya (20/2/2019). Dok. KemenristekdiktiMenristekdikti saat memberikan sambutan pada peresmian gedung proyek Islamic Development Bank (IsDB) 7in1 di Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Surabaya (20/2/2019).

KOMPAS.com - Dunia tengah memasuki era disrupsi teknologi ditandai dengan munculnya big data, internet of things, clouds, fungsi-fungsi kecerdasan buatan (artificial intelligence) dalam teknologi yang semakin pintar menyaingi manusia.

Oleh karena itu, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan pembangunan sumber daya manusia (SDM) di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi prioritas Kemenristekdikti di tahun 2019, sesuai dengan fokus kerja Pemerintahan Joko Widodo di tahun 2019.

“Tidak hanya membangun infrastruktur, membangun SDM yang unggul dan berdaya saing di bidang IPTEK dalam menghadapi Industri 4.0 dan Society 5.0 merupakan fokus pemerintah di tahun 2019,” ujar Menristekdikti saat memberikan sambutan pada peresmian gedung proyek Islamic Development Bank (IsDB) 7in1 di Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Surabaya (20/2/2019).

Kolaborasi dosen dan mahasiswa

“Peran perguruan tinggi akan selalu penting karena SDM dan iptek yang dihasilkannya akan menjadi kekayaan yang tak ternilai dan menjadi modal bangsa dalam menghadapi setiap perubahan di percaturan global,”ucapnya.

Baca juga: Ini 4 Fokus Kinerja Kemenristekdikti di Tahun 2019

Oleh karena itu, kedepan mahasiswa didorong untuk dilibatkan dalam proses penelitian dan pengabdian masyarakat, khususnya penelitian yang menghasilkan inovasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurutnya startup bisa terbentuk dari kolaborasi ide dosen dengan mahasiswa dalam praktik atau uji lapangan sehingga mahasiswa bisa menghasilkan tugas akhir, sementara dosen menghasilkan publikasi.

1.000 startup tahun ini

"Ke depan mahasiswa kami dorong untuk penelitian dan pengabdian masyarakat, khususnya yang bisa menghasilkan inovasi, karena seperti yang kita ketahui “unicorn” startup di Indonesia didominasi oleh hasil pemikiran anak muda," ujar Mohamad Nasir seperti dikutip dari rilis media Kemenristekdikti.

Ia melanjutkan, "Saat ini sudah muncul startup 956 startup dari dosen dan mahasiswa, harapan kami bisa bertambah 1.000 tahun ini."

Selanjutnya Menristekdikti menyebutkan kesuksesan perguruan tinggi tidak hanya dinilai dari jumlah gedung, fasilitas yang dimiliki dan jumlah dosen.

Namun yang lebih penting adalah kontribusinya dalam menghasilkan SDM yang memiliki kompetensi dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional dan global, serta juga kontribusinya dalam menghasilkan dan mengaplikasikan iptek bagi masyarakat.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.