Ketika Paparan Riset Lebih Seru dari "Stand-Up Comedy"...

Kompas.com - 06/03/2019, 09:48 WIB
StuNed Talks sebagai bagian dari rangkaian kegiatan StuNed Day 2019 di Aula Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Den Haag, Belanda, Sabtu (2/3/2019). Dok Nuffic Neso IndonesiaStuNed Talks sebagai bagian dari rangkaian kegiatan StuNed Day 2019 di Aula Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Den Haag, Belanda, Sabtu (2/3/2019).
Editor Latief

KOMPAS.com - Pernah Anda melihat atau mungkin mengikuti sesi presentasi ilmiah yang semua pesertanya terlihat serius dan terlibat diskusi sangat "berat" dan kompleks lantaran penuh sajian grafik dan bagan-bagan yang belum-belum sudah bikin Anda ciut?

Pernahkah Anda mengalami situasi yang berkali-kali bikin Anda harus melihat jam tangan lantaran ingin cepat selesai mengikuti forum ilmiah tersebut, apalagi kalau topiknya asing bagi Anda?

Awalnya, bermacam pertanyaan seperti itulah yang bakal memenuhi sesi "StuNed Talks" sebagai bagian dari rangkaian kegiatan StuNed Day 2019 di Aula Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Den Haag, Belanda, Sabtu (2/3/2019). Tapi, kenyataan yang terjadi justru sebaliknya.

Ya, suasananya terlihat ceria, penuh inspirasi dan sarat pengetahuan baru serta pesan positif. Delapan pelajar Indonesia penerima beasiswa StuNed yang masih menyelesaikan studinya di berbagai universitas di Belanda menyuguhkan sajian ilmiah yang segar, menghibur, sekaligus menginspirasi.

Mereka melakukan terobosan cerdas dan brillian dengan menggelar "lapak ilmiah" mereka di StuNed Day 2019. Hanya bermodal selembar karton, kedelapan topik ilmiah tersebut diramu dan disajikan dengan ciamik, lugas, bernas, namun casual dan fun sehingga mudah untuk diserap semua peserta yang berasal dari berbagai bidang ilmu.

Para peserta forum ilmiah itu datang dengan penuh antusiasme. Mereka mendengarkan dengan seksama dan berpindah secara teratur dari satu presentasi ke presentasi lainnya, dari satu topik ke topik selanjutnya.

Delapan kertas kerja ilmiah dari 8 penelitian berbeda milik para peraih StuNed itu telah meyakinkan banyak orang bahwa mereka tidak perlu lagi melihat ilmu pengetahuan dengan sekat-sekat ego sektoral, melainkan dengan positive attitude,Dok Nuffic Neso Indonesia Delapan kertas kerja ilmiah dari 8 penelitian berbeda milik para peraih StuNed itu telah meyakinkan banyak orang bahwa mereka tidak perlu lagi melihat ilmu pengetahuan dengan sekat-sekat ego sektoral, melainkan dengan positive attitude,
Fomat paparan yang disajikan mirip acara speed dating itu ternyata mampu menstimulasi peserta untuk berlomba mengajukan pertanyaan sehingga kadang pada saat bel dibunyikan pertanda perpindahan peserta ke pemapar selanjutnya, para pemapar masih sibuk melayani bertubi pertanyaan.

Sungguh mencengangkan melihat seorang mahasiswa program hukum yang dengan sangat antusias dan wajah penasaran membombardir pemapar yang menggelar materi tentang tentang konsep neural network dan persamaan matematika tingkat dewa!Ini yang terjadi, memang!

Juga, ketika seorang mahasiswa bidang matematika yang merasa terharu lantaran baru kali ini dia melihat mata-mata berbinar para peserta forum yang sebagian besar para pelajar ilmu hukum dan ilmu sosial saat mendengarkan paparan 8 menitnya tentang machine learning.

Atau, ketika semua sepakat bahwa pemaparan tentang hama pada tanaman tomat mampu disajikan lebih entertaining dibandingkan dengan stand-up comedy di program televisi kita yang banyak ditonton mahasiswa dan mahasiswi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X