5 Program Ini Membangun SDM Unggul Indonesia di Era Industri 4.0

Kompas.com - 13/03/2019, 19:30 WIB
Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 bertema Membangun Sumber Daya Manusia Menyongsong Era Industri 4.0: Memastikan Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Industri Manufaktur, SDM Riset, dan Skema Dukungan Anggaran (12/3/2019).Dok. Kemenristekdikti Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 bertema Membangun Sumber Daya Manusia Menyongsong Era Industri 4.0: Memastikan Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Industri Manufaktur, SDM Riset, dan Skema Dukungan Anggaran (12/3/2019).

KOMPAS.com - Membangun Sumber Daya Manusia ( SDM) Indonesia unggul, kreatif dan inovatif dalam menyongsong era Revolusi Industri 4.0, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi berupaya meningkatkan akses dan mutu pendidikan tinggi bagi putra-putri Indonesia.

Salah-satunya, Pendidikan Jarak Jauh (e-learning) menjadi terobosan Kemenristekdikti dalam meningkatkan akses pendidikan tinggi yang bermutu ke seluruh wilayah Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti Ainun Na'im dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 bertema "Membangun Sumber Daya Manusia Menyongsong Era Industri 4.0: Memastikan Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi ( TIK), Industri Manufaktur, SDM Riset, dan Skema Dukungan Anggaran".

Dalam acara yang diselenggarakan di Ruang Serbaguna Gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Selasa (12/3/2019), Sesjen Ainun menyampaikan beberapa program unggulan Kemenristek dalam menyiapkan SDM unggul menyongsong era Revolusi Industri 4.0.

1. Infrastruktur TIK

Sesjen Ainun mengatakan pembangunan infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) memiliki peran vital dalam upaya mengakselerasi pembangunan SDM Indonesia yang unggul dan mampu bersaing di tingkat global di era Revolusi Industri 4.0.

Baca juga: Comnews UMN 2019: Dominasi Generasi Milenial di Era Digital

“Pembangunan Infrastruktur TIK berkaitan dengan konektivitas, sangat bermanfaat bagi perguruan tinggi dengan mengembangkan e-learning. Proses belajar-mengajar bisa se-fleksibel mungkin dengan kualitas tinggi. Melalui cyber university, masing-masing universitas, prodi, atau mahasiswa bisa manfaatkan, memilih, dan menyeleksi supaya mendapat dosen dan materi kuliah yang terbaik,” ujar Sesjen Ainun.

2. Perubahan konten kurikulum

Ainun menambahkan, menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0 Kemenristekdikti juga melakukan perubahan konten kurikulum. Prinsipnya, semua prodi harus menguasai dasar yang berkaitan dengan teknologi, data, dan ‘humanity’. Dengan demikian lulusan perguruan tinggi akan siap menghadapi tantangan dunia kerja di era Revolusi Industri 4.0.

3. Sertifikasi kompetensi

Kompetensi dan kreativitas lulusan juga menjadi fokus pengembangan SDM di perguruan tinggi. Lulusan perguruan tinggi terutama politeknik dan pendidikan vokasi tidak hanya dibekali ijazah, namun sertifikat kompetensi.

“Sertifikat kompetensi itu diakui bukan hanya oleh kampusnya tapi juga industri. Sertifikat itu juga diakui asosiasi industri nasional dan internasional,” ucapnya.

4. Kolaborasi industri

Untuk meningkatkan relevansi kurikulum politeknik dan pendidikan vokasi dengan dunia industri, melalui program Revitalisasi Pendidikan Vokasi Kemenristekdikti juga mewajibkan politeknik dan pendidikan vokasi memiliki partner industri. Kerja sama yang erat antara politeknik dan dunia industri diharapkan mampu mengisi ruang perbedaan antara teori dan praktek yang di ajarkan di kampus dengan kebutuhan kompetensi sebenarnya di dunia industri.

“Revitalisasi politeknik mentransformasi politeknik sehingga relevan dengan industri dan lulusan juga bisa langsung kerja,” tutur Ainun.

5. Semangat kewirausahaan

Kemenristekdikti juga memiliki berbagai program untuk meningkatkan kreativitas dan jiwa kewirausahaan mahasiswa sejak di bangku kuliah. Perguruan tinggi tidak hanya dituntut untuk menghasilkan mahasiswa yang siap kerja, namun juga melahirkan mahasiswa yang mampu membuka lapangan kerja. Kreativitas, jiwa kewirausahaan, dan inovasi merupakan hal penting dalam menciptakan industri kreatif di era digital.

“ Pengembangan enterpreunership dan inovasi sangat penting di perguruan tinggi,” pungkas Ainun.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara mengatakan akan bekerja sama dengan Kemenristekdikti membuka program pendidikan tanpa gelar "Digital Talent Scholarship" atau beasiswa pelatihan intensif.

Program ini bertujuan menyiapkan SDM dalam mendukung transformasi digital di Indonesia menuju industri 4.0 serta peningkatan ekonomi digital. Anggaran dibutuhkan membangun Digital Talent Scholarship ini diperkirakan sekitar 140 miliar rupiah.


Terkini Lainnya



Close Ads X