Ketika Matematika Digunakan untuk Menangani Wabah Penyakit

Kompas.com - 18/03/2019, 23:12 WIB
Ilustrasi: Orangtua juga harus memiliki wawasan dan kemampuan berhitung yang baik agar bisa mendampingi anak-anak belajar dan mengerjakan tugas mata pelajaran Matematika dan mata pelajaran eksakta lainnya.Shutterstock Ilustrasi: Orangtua juga harus memiliki wawasan dan kemampuan berhitung yang baik agar bisa mendampingi anak-anak belajar dan mengerjakan tugas mata pelajaran Matematika dan mata pelajaran eksakta lainnya.

KOMPAS.com -  Matematika memiliki banyak manfaat untuk kehidupan. Jangan salah, di bidang kesehatan, matematika dapat digunakan untuk mempelajari penyebaran suatu wabah penyakit berbahaya.

Bidang kajian mengenai hal ini dikenal dengan "matematika epidemiologi". Matematika epidemiologi adalah model matematika mempelajari tentang pencarian sumber, penyebaran, pola, dan strategi penanganan dari sebuah wabah.

Hal inilah yang disampaikan Nuning Nuraini dari KK Matematika Industri dan Keuangan dalam Seri Kuliah FMIPA- ITB, di Auditorium CC Timur, Bandung (9/3/2019).

"Demam artis"

Dilansir dari laman resmi ITB, fungsi matematika epidemiologi ini memang bisa dipakai untuk menganalisis suatu wabah selama fenomenanya itu memiliki sumber dan cabang-cabang atau biasa disebut node.

Baca juga: Mengubah Matematika, Menyulap Monster Jadi Peri Mungil Cantik

 

Metodenya pun bisa dijelaskan secara sederhana. Ilmu ini memanfaatkan metode SIR (Susceptible, Infectious, Recovered) sebagai alat analisanya. Metode ini membagi kelompok dalam populasi sebagai potensi terinfeksi (S), terinfeksi (I), dan di luar dari kedua kategori tersebut (R), baik sembuh maupun meninggal.

“Ini mirip kan kalau kita analogikan sama "demam artis"? Kalau dalam populasi sedari awalnya tidak ada yang ngefans sama boyband tertentu semua orang masih berpotensi. Ketika ada fans berat masuk populasi tersebut, sangat mungkin ada orang lain yang ikut (alias terinfeksi) ataupun lama kelamaan akan bosan (sembuh/meninggal),” tutur Nuning mengilustrasikan.

Menangani wabah DBD

Menurut Nuning, ilmu ini sangat bermanfaat dan memiliki dampak besar, terutama dalam penanganan wabah penyakit.
 
“Kita bisa lihat sekarang, masyarakat Indonesia kembali dihantui kasus demam berdarah, ITB tentu tidak diam saja, tim yang mewadahi keilmuan ini turut bekerja dan ikut memberikan saran dan solusi pencegahan,” ungkap Nuning. 
 
Ia menyampaikan berdasarkan hasil kalkulasi dilakukan saat menganalisis tingkat pertumbuhan populasi nyamuk Aedes Aegypti, diperoleh hasil ada selang 2 bulan antara puncak musim hujan dan tingkat puncak pertumbuhan nyamuk.
 
“Ini tentu akan sangat membantu untuk pelaksanaan fogging yang efektif dan efisien serta tepat sasaran,” tambahnya.

Menemukan sumber diare

Tidak hanya itu, ITB juga pernah membantu pemerintah DKI Jakarta dalam mencari sumber penyakit diare yang mewabah di Jakarta.
 
Saat mengerjakan ini, tentu saja metode SIR tidak akan cukup, perlu dibantu metode lain yaitu teori graf dalam menganalisa cabang-cabang (node).
 
“Untuk melakukan analisa ini, kita juga perlu melakukan beberapa analisa, termasuk kombinasi dari analisa temporal (berdasarkan waktu) dan analisa spasial (berdasarkan lokasi),” jelas Nuning. Hasilnya, Jakarta sekarang telah dilengkapi dengan sistem deteksi dini wabah penyakit tertentu.



Terkini Lainnya

Ini Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar Gedung MK Saat Sidang Hari Ini

Ini Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar Gedung MK Saat Sidang Hari Ini

Megapolitan
Mulai Banyak Dilirik, 4 Kampus Ini Buka Prodi Kekinian “Big Data”

Mulai Banyak Dilirik, 4 Kampus Ini Buka Prodi Kekinian “Big Data”

Edukasi
LTMPT: Penerimaan Jalur SBMPTN 2019 Tergantung 6 Hal Ini

LTMPT: Penerimaan Jalur SBMPTN 2019 Tergantung 6 Hal Ini

Edukasi
Titik Terang Penyebab Korban Tewas Saat Kerusuhan 21-22 Mei...

Titik Terang Penyebab Korban Tewas Saat Kerusuhan 21-22 Mei...

Nasional
Ini Identitas 3 Jenazah Penumpang KM Nusa Kenari 02 yang Baru Ditemukan

Ini Identitas 3 Jenazah Penumpang KM Nusa Kenari 02 yang Baru Ditemukan

Regional
Keluarga Korban Kerusuhan 21-22 Mei Mohon Perlindungan ke LPSK

Keluarga Korban Kerusuhan 21-22 Mei Mohon Perlindungan ke LPSK

Megapolitan
Penembakan di Perayaan Juara Klub NBA Toronto Raptors, 2 Orang Terluka

Penembakan di Perayaan Juara Klub NBA Toronto Raptors, 2 Orang Terluka

Internasional
Bukti Pamungkas Prabowo-Sandi, Akankah Mengubah Hasil Pemilu?

Bukti Pamungkas Prabowo-Sandi, Akankah Mengubah Hasil Pemilu?

Nasional
Ketua DPP PDI-P Sebut Percepatan Kongres V Bukan karena Megawati Ingin Mundur

Ketua DPP PDI-P Sebut Percepatan Kongres V Bukan karena Megawati Ingin Mundur

Nasional
Penetapan Titik Koordinat Rumah Siswa Bikin Lama Verifikasi Berkas PPDB

Penetapan Titik Koordinat Rumah Siswa Bikin Lama Verifikasi Berkas PPDB

Megapolitan
Polisi Tahan Nakhoda dan ABK KM Nusa Kenari 02

Polisi Tahan Nakhoda dan ABK KM Nusa Kenari 02

Regional
Penolakan dan Kepercayaan Diri Tim Hukum 01 Jawab Tuduhan Kecurangan 02 di MK...

Penolakan dan Kepercayaan Diri Tim Hukum 01 Jawab Tuduhan Kecurangan 02 di MK...

Nasional
Sampah di TPA Cipayung Capai 1.000 Ton Per Hari, Pemkot Depok Ingin Percepat Pemindahan ke Lulut Nambo

Sampah di TPA Cipayung Capai 1.000 Ton Per Hari, Pemkot Depok Ingin Percepat Pemindahan ke Lulut Nambo

Megapolitan
Mantan Direktur Umum PD Parkir Makassar Raya Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Dana Parkir

Mantan Direktur Umum PD Parkir Makassar Raya Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Dana Parkir

Regional
[POPULER INTERNASIONAL] Bocah 5 Tahun Tewas Tertimpa Jendela | Mantan Presiden Mesir Meninggal

[POPULER INTERNASIONAL] Bocah 5 Tahun Tewas Tertimpa Jendela | Mantan Presiden Mesir Meninggal

Internasional

Close Ads X