10 Negara Terbaik dalam Pendidikan Masa Depan, Bagaimana Indonesia?

Kompas.com - 28/03/2019, 11:02 WIB
Finlandia. ShutterstockFinlandia.

KOMPAS.com - Finlandia, Swiss dan Selandia Baru merupakan 3 negara terbaik di dunia sebagai negara penyedia pendidikan yang sangat memperhatikan keterampilan masa depan.

World Economic Forum (WEF) merilis hasil pemeringkatan yang dilakukan Worldwide Educating for the Future Index (WEFFI) pada 12 Maret 2019.

Laporan WEFFI oleh Economist Intelligence Unit menggunakan 3 indikator utama yakni: (1) inisiatif kebijakan, (2) metodologi pengajaran, dan (3) lingkungan sosial ekonomi dan melibatkan 50 negara sebagai target penelitian.

10 negara pendidikan terbaik

Berdasarkan hasil penelitian WEFFI tersebut, berikut pemeringkatan 10 negara terbaik dalam pendidikan berorientasi masa depan:

1. Finlandia

2. Swiss

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

3. Selandia Baru

4. Swedia

Baca juga: Rhenald Kasali: Negara Perlu Memperkuat Pendidikan Swasta

5. Kanada

6. Belanda

7. Jerman

8. Singapura

9. Perancis

10. Inggris

Finlandia dan Swiss dianggap unggul dari sisi kategori kebijakan dan khususnya dalam hal perumusan strategi keterampilan masa depan secara berkelanjutan dan mendukung pelatihan kompetensi masa depan.

Penekanan soft skill

Penelitian menunjukan era disrupsi teknologi telah membawa perubahan yang signifikan di berbagai sektor. Sebagai contoh, Amazon dan Uber telah merubah cara hidup di era teknologi. 

Sayangnya, menurut penulis laporan WEFFI realitas ini belum membuat sistem pendidikan sebagian besar negara membekali generasi berikutnya dengan keterampilan paling dibutuhkan di masa depan.

Para pendidik menghadapi tantangan perubahan teknologi yang menuntut perubahan pendekatan dan desain kurikulumKecerdasan emosional, pemikiran kreatif, dan kolaborasi masih dianggap sebagai 2 kemampuan dasar yang dibutuhkan, tetapi tidak  mudah diajarkan di lingkungan kelas konvesional.

Investasi pada guru

Laporan ini juga menyoroti pentingnya pembelajaran bahasa dan peran AI (kecerdasan buatan) sebagai alat bantu pengajaran di kelas. Juga pentingnya untuk melakukan pembelajaran keterampilan masa depan di luar kelas. 

“Memperbarui kurikulum harus selalu menjadi agenda,” kata Jaime Saavedra dari Bank Dunia, yang dikutip dalam laporan WEFFI. “karena itu sangat penting untuk berinvestasi dalam mengubah perilaku guru dan meningkatkan apa yang terjadi di dalam kelas.”

Dalam laporan yang sama, Mesir, Nigeria, Aljazair, Iran, dan Pakistan masuk ke dalam 5 peringkat paling bawah. Dari 50 negara yang menjadi partisipan penelitian, Indonesia berada di posisi ke-43 di bawah China, India dan Kenya. 

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X