"SampahLink" Solusi Siswa JIS Atasi Masalah Sampah dengan Matematika

Kompas.com - 19/04/2019, 21:23 WIB
Siswa Jakarta Intercultural School (JIS), Moses Mayer mengembangkan SampahLink, sebuah aplikasi smartphone untuk pengelolaan sampah. Dok. Pribadi Moses MayerSiswa Jakarta Intercultural School (JIS), Moses Mayer mengembangkan SampahLink, sebuah aplikasi smartphone untuk pengelolaan sampah.

KOMPAS.com - Siswa Jakarta Intercultural School (JIS), Moses Mayer mengembangkan "SampahLink", sebuah aplikasi smartphone untuk pengelolaan sampah.

Melalui aplikasi ini, Moses melakukan sejumlah kegiatan peningkatan kesejahteraan para pemulung seperti memberikan bantuan microfinance untuk pengadaan alat dan pendidikan para pemulung serta komunitasnya.

Matematika ternyata juga mengantarkan Moses untuk mengembangkan minatnya terhadap solusi masalah kebersihan di kota besar.

Matematika atasi masalah sampah 

Dalam research paper berjudul On the Game-Theoritics Model of Indonesia’s Pollution State, Moses menggunakan salah satu teori matematikagame theory, untuk membuat rumus matematika dalam mengatasi problem sampah.

Baca juga: Mencari Terobosan Pembelajaran Inovatif

Penelitian itu ia kembangkan saat melakukan riset matematika di bawah mentor Carl Yerger dari Davidson College di Amerika Serikat. Inilah awal dari munculnya ide SampahLink.

“Saya sering melihat pemulung sedang mengorek tempat sampah di pinggir jaan untuk mencari sampah kering yang bisa mereka jual untuk daur ulang. Padahal banyak pihak (terutama rumah tangga) yang memiliki sampah kering justru bingung dalam mengelola sampah tersebut," jelas Moses.

Di sinilah muncul ide SampahLink yang menghubungkan para pemulung dengan pemilik sampah kering melalui aplikasi berbasis smartphone sehingga kedua pihak menjadi saling diuntungkan, serta dapat meningkatkan kesejahteraan para pemulung, ujarnya.

Melalui SampahLink, Moses juga membantu mengurangi tingkat polusi, meningkatkan kesadaran daur ulang sampah kering serta menciptakan tingkat kehidupan serta masa depan yang lebih baik bagi para pemulung – kelompok masyarakat ekonomi lemah yang sering terlupakan.

Impian menjadi sociopreneur

Di masa depan, Moses ingin meniti awal kariernya di luar negeri untuk mencari pengalaman dan menembus jaringan internasional.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X