Menanti Regulasi Suporter Sepak Bola Indonesia

Kompas.com - 20/04/2019, 20:32 WIB
Suporter Indonesia datang mendukung Timnas U-16 Indonesia pada pertandingan melawan Vietnam di Stadion Bukit Jalil, 24 September 2018. AFC/ADAM AIDIL Suporter Indonesia datang mendukung Timnas U-16 Indonesia pada pertandingan melawan Vietnam di Stadion Bukit Jalil, 24 September 2018.

KOMPAS.com - Beberapa waktu lalu, dunia sepak bola Indonesia berduka atas meninggalnya Haringga Sirla, suporter klub Persija Jakarta akibat kekerasan dilakukan oknum suporte rlainnya.

Insiden ini pun memunculkan berbagai diskusi pentingnya regulasi yang mengatur suporter sepak bola. Salah satunya digelar di Auditorium Juwono Sudarsono, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI), Depok (15/4/2019) yang mengangkat tema "Peran Penting Regulasi dalam Penataan Suporter di Indonesia”.

Menanggapi hal ini, Head of Security and Safety  Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Nugraha Setiawan mengungkapkan,“Regulasi untuk suporter sepak bola ini penting.” 

Baca juga: UI: Perbedaan Politik di Kalangan Mahasiswa Hal Lumrah

Namun, sampai saat ini Indonesia belum memiliki aturan secara khusus mengatur suporter. Yang ada adalah aturan yang mengatur keamanan pertandingan secara umum atau General Safety Regulation.

“Regulasi tentang suporter ini masih tentang keselamatan di venue,” tambah Nugraha dikutip dari laman resmi UI.

Siapa bertanggungjawab atas suporter pun masih menjadi pertanyaan. Menurut Nugraha, pihak kepolisian mungkin melihat suporter merupakan tanggungjawab PSSI.

Seminar Liga FISIP UI 2019 mengangkat tema ?Peran Penting Regulasi dalam Penataan Suporter di Indonesia? digelar Senin, 15 April 2019, di Auditorium Juwono Sudarsono, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI), Depok.Dok. UI Seminar Liga FISIP UI 2019 mengangkat tema ?Peran Penting Regulasi dalam Penataan Suporter di Indonesia? digelar Senin, 15 April 2019, di Auditorium Juwono Sudarsono, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI), Depok.

 

Akan tetapi, PSSI menganggap suporter merupakan tanggungjawab dari klub. “PSSI melihat suporter itu adalah fans yang kalau ditarik mereka berafiliasi ke suatu klub, sehingga suporter menjadi tanggungjawab klub,” katanya.

Terkait dengan pembuatan regulasi, Nugraha menjelaskan nantinya pelibatan suporter dapat dilakukan. Ia kemudian menjelaskan PSSI memiliki divisi Fans Engagement. Divisi inilah yang mengurus hubungan institusi PSSI dengan para penggemar sepak bola.

Akan tetapi, tambahnya, PSSI merupakan lembaga yang mengurus sepak bola di tingkat nasional. Untuk tingkat klub yang ada di liga profesional yang menangani adalah PT Liga Indonesia Baru (PT LIB).

“Kita (PSSI) juga sudah minta LIB untuk membentuk divisi tersebut, sehingga nanti turunnya ke klub-klub,” imbuh Nugraha.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X