Menyiapkan UTBK Ramah Difabel

Kompas.com - 03/05/2019, 23:06 WIB
Pelajar tunanetra mengikuti Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP) di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) A Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (1/4/2019). Sebanyak 13 peserta didik tunanetra mengikuti ujian tersebut yang berlangsung dari tanggal 1, 2 dan 4 April 2019. ANTARA FOTO/M AGUNG RAJASAPelajar tunanetra mengikuti Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP) di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) A Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (1/4/2019). Sebanyak 13 peserta didik tunanetra mengikuti ujian tersebut yang berlangsung dari tanggal 1, 2 dan 4 April 2019.

KOMPAS.com - Semua siswa Indonesia memiliki kesempatan sama masuk perguruan tinggi negeri. Untuk itu Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi mengembangkan metode screen reader guna pemerataan akses bagi peserta disabilitas tunanetra mengikuti Ujian Tes Berbasis Komputer ( UTBK) 2019.

Peluncuran perangkat lunak ramah difabel pada UTBK 2019 dilakukan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir didampingi Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ismunandar, Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Kadarsah Suryadi dan Ketua LTMPT Ravik Karsidi di Gedung Kemenristekdikti, Jakarta (3/5/2019).

"Ini kebijakan yang sangat ramah pada difabel yang kali ini kita lakukan sehingga semua orang mempunyai kesempatan sama masuk perguruan tinggi,” ujar Menristekdikti.

Narasi soal

Menristekdikti mengungkapkan untuk peserta tunanetra semua materi UTBK akan dinarasikan dalam bentuk audio berupa bahasa, Menteri Nasir menilai cara ini lebih efektif dibandingkan dengan metode Braille.

Baca juga: Difabel Mandiri lewat Festival Vokasi Teman Disabilitas

 

Tahun ini total 70 siswa tunanetra mendaftar ke berbagai perguruan tinggi baik di dalam maupun luar Jawa. UTBK 2019 menjadi salah satu syarat wajib bagi peserta yang akan mengikuti Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri ( SBMPTN) 2019, termasuk siswa disabel.

Ketua LTMPT Ravik Karsidi mengungkapkan untuk peserta tunanetra, peserta tes akan menggunakan tanda arah pada komputer dan komputer akan membacakan soal berupa pilihan ganda.

Ramah difabel

Setiap butir soal telah diakomodasi berdasarkan kemampuan dan keterbatasan tunanetra:

  1. Isi/materi tes setara dengan peserta yang dapat melihat
  2. Waktunya sama dengan peserta lain, tetapi jumlah soal dikurangi 20 persen.
  3. Selain itu, teks bacaan tidak lebih dari 3 paragraf dan menghindari kata-kata visual.
  4. Gambar/tabel/ grafik dinarasikan atau dimodifikasi dan sistem operasinya menggunakan keyboard, tanpa mouse.

Jumlah peserta UTBK 2019 yang terdaftar sebagai peserta disabilitas tunanetra sebanyak 70 peserta yang terbagi dalam dua gelombang.

Sebaran kelompok ujian

Pada UTBK gelombang I terdapat 38 peserta yang akan mengikuti ujian pada tanggal 4 Mei 2019 dan untuk gelombang II terdapat 32 peserta yang akan mengikuti ujian pada tanggal 25 Mei 2019. Lokasi ujian para disabilitas tunanetra tersebar di 18 Pusat UTBK.

Peserta disabilitas tunanetra terbanyak akan melaksanakan ujian di Pusat UTBK Universitas Negeri Yogyakarta yaitu 16 peserta dan Pusat UTBK Universitas Pendidikan Indonesia yaitu 12 peserta.

Apabila dilihat berdasar kelompok ujiannya, peserta disabilitas tunanetra terbanyak mengikuti kelompok Soshum yaitu 63 peserta dan Saintek sebanyak 7 peserta.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X