Natsha Wilona Bicara tentang Pendidikan Indonesia, Apa Katanya?

Kompas.com - 17/06/2019, 09:31 WIB
Natasha Wilona saat ditemui di sela pesta ulang tahunnya di Beer Hall, SCBD, Jakarta Selatan, Jumat (4/1/2019). KOMPAS.com/IRA GITANatasha Wilona saat ditemui di sela pesta ulang tahunnya di Beer Hall, SCBD, Jakarta Selatan, Jumat (4/1/2019).

 

KOMPAS.com – Youtuber, aktris, penyanyi, dan model, Natasha Wilona berpendapat sistem pendidikan tinggi di Indonesia saat ini cukup baik dilihat dari biaya dan proses waktunya.

Menurutnya, biaya kuliah di Indonesia masih relatif terjangkau jika dibandingkan dengan biaya kuliah di luar negeri, terutama kampus favorit.

“Kalau biaya masih terjangkau, jauh dibandingkan negara lain yang sudah maju dan universitasnya terkenal, pasti berbeda. Biaya kuliah di Indonesia masih sesuailah,” ucap Natasha ketika dihubungi Kompas.com, Sabtu (15/6/2019).

Mengenai waktu kuliah, hal itu tergantung dari jurusan atau prodi dipilih. Jika seseorang sudah menentukan pilihan, seharusnya dia memfokuskan diri mempelajari semua mata kuliah di jurusan tersebut dan menyediakan waktu agar dapat menempuh studi sesuai jadwalnya.

Prodi medsos

Namun, setiap jurusan mempunyai jadwal tidak sama berdasarkan programnya masing-masing. Maka dari itu, mahasiswanya yang mesti menyesuaikan diri.

Baca juga: “Youtuber” Masuk Kampus, Ini Tanggapan Natasha Wilona

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Pada dasarnya kalau orang yang serius dan suka dengan kuliah itu pasti akan lebih banyak meluangkan waktu. Kalau jam harusnya fleksibel, setiap jurusan punya jam yang beda-beda,” imbuhnya.

Meski demikian, dia mengaku bahwa jurusan atau program studi yang disediakan perguruan tinggi di Indonesia belum mencukupi kebutuhan para calon mahasiswa dan dunia kerja saat ini. Misalnya program studi kekinian yang berhubungan dengan media sosial.

“Kalau masalah jurusan, harus diakui belum selengkap yang di luar negeri. Ada beberapa yang belum tersedia. Yang belum ada berhubungan dengan sosial media, tapi lapangan kerjanya masih sedikit,” tambah Natasha.

Bicara mengenai peluang kerja, dia menuturkan, sebenarnya sekarang ini kesempatannya sudah cukup banyak. Masalahnya ada pada kurangnya tenaga ahli di bidangnya masing-masing sehingga saat suatu perusahaan membuka lowongan kerja, sulit mendapatkan orang yang cocok untuk diterima.

Perlu pola pikir

Dia pun mencontohkan dari pemberitaan di media massa ketika seorang pengusaha sampai harus bertemu dengan Menteri Tenaga Kerja karena susahnya mencari orang yang bisa bekerja sesuai lowongan yang tersedia.

“Sebenarnya banyak lowongan kerja, tapi mungkin kita kekurangan tenaga ahli, orang yang benar-benar berminat untuk bekerja, yang punya etos kerja tinggi,” ungkapnya.

Selain pendidikan, bagi dia, pola pikir seseorang juga menentukan kesempatannya memperoleh pekerjaan, baik pada masa sekarang maupun akan datang.

“Itu kembali lagi ke mindset, bukan cuma pendidikan. Mereka harus punya semangat hidup dan kerja yang tinggi. Jadi di masa sekarang dan masa depan, peluang kerja itu kembali ke individu masing-masing,” pungkas Natasha.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.