Dapatkah Internet Jadi Solusi Meningkatkan Literasi Indonesia?

Kompas.com - 23/06/2019, 07:11 WIB
Ilustrasi Internet KOMPAS/LUCKY PRANSISKAIlustrasi Internet

 

KOMPAS.com - Rendahnya minat dan kebiasaan membaca di Indonesia masih sangat dirasakan. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya akses, terutama untuk di daerah terpencil.

Hasil dari Indeks Aktivitas Literasi Membaca (Alibaca) Kemendikbud menunjukkan bahwa sembilan provinsi memiliki literasi tingkat sedang, 24 provinsi rendah, dan satu provinsi sangat rendah.

Menurut Lukman Solihin, peneliti di Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan Balitbang Kemendikbud, salah satu cara untuk meningkatkan tingkat literasi itu melalui pemanfaatan teknologi internet.

Internet untuk pendidikan

Sesuai data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), tercatat lebih kurang 143 juta pengguna intenet di Indonesia pada tahun 2017. Jumlah itu bisa dibilang cukup banyak, meski harus diakui penyebarannya belum merata.

Baca juga: Literasi Baca Indonesia Rendah, Akses Baca Diduga Jadi Penyebab

Maka dari itu, pemerintah dan semua pihak ditantang mampu memanfaatkan internet dalam dunia pendidikan, termasuk untuk menumbuhkan minat dan kebiasaan membaca.

“Ada tantangan untuk pemanfaatan media pendidikan. Sebagian besar internet dimanfaatkan untuk media sosial, masih kurang sebagai sarana edukasi. Artinya potensial, tapi belum dimanfaatkan dengan baik,” ucap Lukman di Jakarta, Kamis (20/6/2019).

Dari hasil Indeks Alibaca itu, penggunaan internet masuk ke dimensi alternatif, di mana sebanyak satu provinsi memiliki akses yang tinggi, 17 provinsi sedang, dan 16 provinsi rendah. Provinsi yang aksesnya tertinggi adalah DKI Jakarta.

Peralihan cetak ke digital

Hal itu bisa dilihat dari begitu banyaknya anak-anak sekolah yang sudah memiliki gawai (gadget) berupa ponsel sendiri dan bisa memakainya untuk mengakses internet dengan berbagai keperluan.

Namun, kebanyakan dari mereka menggunakannya melihat media sosial. Seharusnya ponsel itu bisa digunakan untuk keperluan yang berhubungan dengan pelajaran di sekolah, misalnya mengunduh buku digital.

Lukman menuturkan, jika dilihat dari perkembangan zaman, ada kecenderungan secara internasional bahwa pembaca buku sekarang mulai beralih dari buku cetak ke buku digital, tetapi belum begitu banyak.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X