PPDB 2019 SMA Jakarta Bukan Cuma Zonasi, tapi Juga Nilai UN

Kompas.com - 23/06/2019, 16:51 WIB
Warga dilayani petugas di posko penerimaan peserta didik baru di Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Selasa (2/7/13). Menurut sejumlah petugas, sebagian warga meminta
perubahan data alamat domisili sesuai kartu keluarga yang baru. Perubahan dilakukan agar anak mereka bisa mendaftar di sekolah yang dituju. WISNU WIDIANTORO Warga dilayani petugas di posko penerimaan peserta didik baru di Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Selasa (2/7/13). Menurut sejumlah petugas, sebagian warga meminta perubahan data alamat domisili sesuai kartu keluarga yang baru. Perubahan dilakukan agar anak mereka bisa mendaftar di sekolah yang dituju.

KOMPAS.com - Penerimaan Peserta Didik Baru ( PPDB) 2019 jalur zonasi dengan sistem daring (online) untuk jenjang SMA di Provinsi DKI Jakarta akan dimulai Senin (24/6/2019) pukul 08.00 WIB sampai Rabu (26/6/2019) pukul 14.00 WIB.

Selama ini sebagian masyarakat memahami sistem zonasi mensyaratkan domisili calon siswa ke sekolah yang akan dipilih.

Namun juga perlu diketahui PPDB 2019 Provinsi DKI Jakarta tetap mempertimbangkan nilai ujian nasional ( UN) jenjang SMP calon siswa agar bisa diterima di sekolah dituju.

"Siswa bisa memilih sekolah yang ditentukan sesuai domisili atau kelurahannya. Untuk di Jakarta tidak cuma melihat jarak, tapi juga nilai UN tertinggi," ujar Ketua Panitia PPDB 2019/2020 SMAN 28 Jakarta Maryono saat ditemui Kompas.com di kantornya, Jakarta, Jumat (21/6/2019).

Seleksi berbasis UN

Melalui jalur zonasi sistem daring, nantinya para siswa mendaftar di sebuah sekolah akan ditampung, lalu diseleksi sesuai nilai UN.

Baca juga: PPDB DKI Dimulai Hari Ini, Simak Jadwal dan Cara Daftarnya

Sistem komputer akan membuat urutan pemeringkatan siswa secara otomatis sesuai besaran nilai UN dan berdasarkan daya tampung sekolah masing-masing.

"Diterimanya lewat peringkat secara sistem. Pemilihan sekolah di DKI secara rangking. Misalnya ada 1.000 pendaftar. Yang dibutuhkan lewat zonasi ada 60 persen, maka secara sistem akan otomatis terpotong," jelas Maryono.

Adapun syarat pendaftarannya ada dua, yang pertama yaitu siswa memiliki bukti tanda kelulusan dari SMP dan syarat kedua yakni kartu keluarga (KK).

Kombinasi domisili dan UN

Selain itu, calon siswa wajib mengisi formulir pendaftaran yang bisa diunduh dari situs web PPDB Online atau mendapatkan di sekolah tempat pendaftaran.

"Syaratnya hanya dua, ada surat kelulusan yang ada nilai UN dan KK asli, yang diserahkan bisa fotokopi. Kalau sekarang belum ada ijazah bisa pakai surat keterangan yang ada nilai UN. Ditambah formulir pendaftaran," imbuhnya.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X