"PAPERUN 2019" Harian Kompas dan APP Sinar Mas Galang 300 Juta untuk Literasi

Kompas.com - 23/06/2019, 18:14 WIB
PAPERUN 2019 kerjasama APP Sinar Mas dan Harian Kompas berhasil mengumpulkan dana 300 juta Rupiah dan akan didonasikan dalam bentuk buku ke taman bacaan masyarakat di daerah pascabencana.Dok. Harian Kompas PAPERUN 2019 kerjasama APP Sinar Mas dan Harian Kompas berhasil mengumpulkan dana 300 juta Rupiah dan akan didonasikan dalam bentuk buku ke taman bacaan masyarakat di daerah pascabencana.

KOMPAS.com - Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas bersama Harian Kompas menggelar "PAPERUN Charity Fun Run 5K (PAPERUN 2019)" digelar hari ini (24/6/2019) di kawasan Thamrin mendapat tanggapan positif masyarakat.   

Tidak kurang dari 2.000 peserta turut berpartisipasi dalam ajang lari dengan misi sosial mengajak masyarakat peduli terhadap literasi. Jumlah peserta tahun ini meningkat sekitar 60 persen bila dibandingkan pelaksanaan perdana pada pada 2017.

“Membaca sangatlah penting bagi kemajuan bangsa. Namun masih banyak daerah-daerah di luar Jakarta yang mengalami kesulitan dalam mendapatkan buku yang layak, apalagi di daerah pascabencana," ujar Direktur Bisnis Harian Kompas Lukas Widjaja.

Ia menambahkan, "Selain melalui biaya pendaftaran, peserta juga dapat langsung mendonasikan buku-buku mereka yang masih layak dalam drop box yang tersedia di PAPERUN 2019.” 

Gotong royong bangun literasi 

Direktur Asia Pulp & Paper Sinar Mas Suhendra Wiriadinata menyatakan bangga melihat adanya peningkatan jumlah peserta PAPERUN 2019 yang antusias bergotong royong meningkatkan tingkat literasi di tanah air.

Baca juga: Edukasi Pelari, Harian Kompas Gelar The Tour Borobudur Marathon 2019 di Surabaya

“Seluruh biaya pendaftaran dari PAPERUN 2019 ini akan didonasikan dalam bentuk buku ke 68 rumah baca, khususnya di empat daerah pascabencana – Nusa Tenggara Barat, Banten, Lampung, dan Sulawesi Tenggara,” ungkap Suhendra.

“Sejalan dengan komitmen APP Sinar Mas untuk turut memajukan kehidupan masyarakat di mana kami beroperasi, kami tergerak untuk meningkatkan literasi Indonesia. Keempat daerah ini menjadi target utama donasi tahun ini karena kita perlu memulihkan keadaan infrastruktur, demi masa depan anak-anak di sana.”

 Menanggapi Suhendra, Managing Director Sinar Mas Saleh Husin menambahkan, “PAPERUN menjadi ajang yang baik bagi keluarga besar Sinar Mas dan masyarakat luas untuk saling bersilaturahmi, sekaligus menjalankan aktivitas sosial yakni memperkuat literasi di Indonesia dengan memperkaya ragam dan jumlah koleksi bahan bacaan di rumah baca atau perpustakaan.”

Buku edukatif terbatas di daerah

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedanyang membuka acara PAPERUN 2019 (24/6/2019) memberikan apresiasi acara ini karena dapat meningkatkan interaksi warga Jakarta, serta menggaungkan pentingnya minat baca dan daya baca.Aulia Soemitro Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedanyang membuka acara PAPERUN 2019 (24/6/2019) memberikan apresiasi acara ini karena dapat meningkatkan interaksi warga Jakarta, serta menggaungkan pentingnya minat baca dan daya baca.

Kajian The World’s Most Literate Nations oleh Central Connecticut State University Amerika Serikat mendeskripsikan, tingkat literasi suatu negara salah satunya dipengaruhi faktor infrastruktur pendidikan, termasuk perpustakaan berkualitas dan ketersediaan buku berkualitas.

Dalam kajian ini juga disebutkan Indonesia berada di peringkat kedua terendah dari 61 negara. Padahal, UNESCO dalam laporannya yang berjudul The Social and Economic Impact of Illiteracy menyebutkan tingkat literasi rendah dapat berujung pada hal negatif, di antaranya kehilangan atau penurunan produktivitas, memengaruhi kualitas kesehatan fisik maupun mental, menimbulkan kemiskinan hingga kriminalitas.

Figur publik sekaligus penulis dan praktisi pendidikan Susan Bachtiar mengapresiasi misi PAPERUN 2019.

“Sebagai guru, saya sangat memahami bahwa budaya membaca buku di Indonesia masih rendah. Bukan karena tidak tertarik membaca, tetapi memang buku-buku edukatif berkualitas di daerah-daerah masih sangat terbatas. Padahal membaca adalah jendela dunia yang bisa memberikan pengaruh besar terhadap hidup seseorang,” ujar Susan.

Literasi dan konservasi satwa 

Para peserta yang antusias berlari dan berdonasi meramaikan PAPERUN 2019 (24/6/2019).

Fedri Para peserta yang antusias berlari dan berdonasi meramaikan PAPERUN 2019 (24/6/2019).

Sementara itu Ibnu Jamil, aktor, presenter sekaligus pegiat olahraga yang turut berpartisipasi dalam PAPERUN 2019 menyatakan, “ Lari bagi saya adalah olahraga paling mudah tapi manfaatnya banyak. Bagi saya, sehat itu adalah investasi paling nikmat dari investasi apapun. Melalui acara hari ini saya bisa sehat, berbagi keceriaan, tidak ketinggalan berkontribusi langsung terhadap masalah literasi.”

 PAPERUN 2019 diadakan masih dalam semangat memperingati Hari Satwa Langka dan Hari Buku Nasional yang sama-sama jatuh pada tanggal 17 Mei. APP Sinar Mas melihat korelasi penting antara tingkat literasi dengan tingkat kepedulian masyarakat terhadap lingkungan kita.

Oleh karena itu, dalam penyelenggaraannya hari ini PAPERUN 2019 juga mengingatkan masyarakat agar peduli terhadap konservasi satwa liar, terutama tiga satwa kunci Indonesia, yakni harimau, orangutan, dan gajah.

Hal ini ditunjukkan dengan adanya 30 pelari yang mengenakan kostum simbolis dari ketiga satwa ini. Selain itu, tersedia pula Kids Corner instalasi interaktif yang dapat mengedukasi anak-anak tentang konservasi tiga satwa tersebut sejak dini.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X