"PAPERUN 2019" Harian Kompas dan APP Sinar Mas Galang 300 Juta untuk Literasi

Kompas.com - 23/06/2019, 18:14 WIB
Para peserta yang antusias berlari dan berdonasi meramaikan PAPERUN 2019 (24/6/2019).

FedriPara peserta yang antusias berlari dan berdonasi meramaikan PAPERUN 2019 (24/6/2019).

Dalam kajian ini juga disebutkan Indonesia berada di peringkat kedua terendah dari 61 negara. Padahal, UNESCO dalam laporannya yang berjudul The Social and Economic Impact of Illiteracy menyebutkan tingkat literasi rendah dapat berujung pada hal negatif, di antaranya kehilangan atau penurunan produktivitas, memengaruhi kualitas kesehatan fisik maupun mental, menimbulkan kemiskinan hingga kriminalitas.

Figur publik sekaligus penulis dan praktisi pendidikan Susan Bachtiar mengapresiasi misi PAPERUN 2019.

“Sebagai guru, saya sangat memahami bahwa budaya membaca buku di Indonesia masih rendah. Bukan karena tidak tertarik membaca, tetapi memang buku-buku edukatif berkualitas di daerah-daerah masih sangat terbatas. Padahal membaca adalah jendela dunia yang bisa memberikan pengaruh besar terhadap hidup seseorang,” ujar Susan.

Literasi dan konservasi satwa 

Sementara itu Ibnu Jamil, aktor, presenter sekaligus pegiat olahraga yang turut berpartisipasi dalam PAPERUN 2019 menyatakan, “ Lari bagi saya adalah olahraga paling mudah tapi manfaatnya banyak. Bagi saya, sehat itu adalah investasi paling nikmat dari investasi apapun. Melalui acara hari ini saya bisa sehat, berbagi keceriaan, tidak ketinggalan berkontribusi langsung terhadap masalah literasi.”

 PAPERUN 2019 diadakan masih dalam semangat memperingati Hari Satwa Langka dan Hari Buku Nasional yang sama-sama jatuh pada tanggal 17 Mei. APP Sinar Mas melihat korelasi penting antara tingkat literasi dengan tingkat kepedulian masyarakat terhadap lingkungan kita.

Oleh karena itu, dalam penyelenggaraannya hari ini PAPERUN 2019 juga mengingatkan masyarakat agar peduli terhadap konservasi satwa liar, terutama tiga satwa kunci Indonesia, yakni harimau, orangutan, dan gajah.

Hal ini ditunjukkan dengan adanya 30 pelari yang mengenakan kostum simbolis dari ketiga satwa ini. Selain itu, tersedia pula Kids Corner instalasi interaktif yang dapat mengedukasi anak-anak tentang konservasi tiga satwa tersebut sejak dini.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X