PPDB 2019 Jakarta Dibuka Hari Ini, Jam 7 Antrean 270 Pendaftar

Kompas.com - 24/06/2019, 15:21 WIB
Meski telah dibagi menjadi 4 posko, antrean masih mengular di hari pertama pendaftaran PPDB 2019 DKI Jakarta di SMAN 78 Jakarta di Kemanggisan, Jakarta Barat (24/5/2019).Dok. Kompas.com Meski telah dibagi menjadi 4 posko, antrean masih mengular di hari pertama pendaftaran PPDB 2019 DKI Jakarta di SMAN 78 Jakarta di Kemanggisan, Jakarta Barat (24/5/2019).

KOMPAS.com - Pembukaan pendaftaran Penerimaan Siswa Baru ( PPDB) 2019 jalur zonasi Provinsi DKI Jakarta hari ini (24/6/2019) disambut antusias banyak orangtua dan calon siswa.

Meski sistem PPDB Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta baru dibuka pukul 08.00 WIB, banyak orangtua sudah mengantre sejak pukul 05.00 WIB.

Salah satunya antrean membeludak terjadi di SMAN 78 Jakarta di wilayah Kemanggisan, Jakarta Barat.

"Saya datang jam 6 kurang 5 menit dan orang sudah ramai. Ada orangtua berinisastif mendata sesuai jadwal kehadiran. Saat kami mulai jam 7 sudah ada 270 orang. Daftar terus berlanjut dan antrian mengular," cerita Wakil Kepala Sekolah SMAN 78 Zainudin kepada Kompas.com.

Kuatir dengar cerita 

Zainudin menceritakan sudah sejak semalam banyak orangtua menanyakan perihal pendaftaran PPDB DKI Jakarta di SMAN 78.

Baca juga: Berbeda Cara, Zonasi PPDB Jakarta Gunakan Seleksi UN: Ini 3 Alasannya

"Selama ini sebenarnya tidak masalah. Namun seperti masyarakat sudah terkontaminasi dengan berita di luar sana sehingga panik. Padahal waktunya panjang dan pihak sekolah sudah siap melayani," cerita Zainudin yang tidak henti melayani pertanyaan orangtua via WA sejak tadi malam.

Banyak orangtua, menurutnya, khawatir anaknya tidak berhasil masuk sekolah pilihannya. "Bahkan ada banyak orangtua dari luar zonasi yang mendapat informasi sudah bisa mendaftar hari ini. Saya jelaskan untuk luar zonasi baru bisa mendaftar pada tanggal 2 Juli nanti," ujarnya.

Melihat antrean membeludak, Pihak SMAN 78 langsung berinsiatif membuka 4 pos pendaftaran sehingga antrian tidak mengular. Kendalanya karena sudah membludak padahal sistem baru buka jam 8 sehingga sudah terlihat menumpuk.

"Kita akan tetap layani mengikuti sistem. Kami melayani sampai jam 4. Jika tidak selesai pelayanan akan dilanjutkan besok dengan melanjutkan nomor antrean terakhir. Saya rasa besok sudah mencair dan tidak membeludak seperti hari ini," ujar Zainudin.

Paradigma sekolah favorit

"Saya apresiasi pada masyarakat yang masih mempresepsikan SMAN 78 sebagai sekolah favorit walau sebenarnya pemerintah mencoba menghapus hal itu. Saya sudah menyarankan orangtua untuk mendaftar ke sekolah terdekat, namun mereka tetap ingin ke (SMAN) 78," ujar Zainudin.

Iis Maryana yang mengantarkan anaknya Ike dari SMPN 40 masih melihat SMAN 78 sebagai sekolah favorit yang layak untuk coba diperjuangkan.

"Ga deket banget tapi transportasi lebih gampang," ujar Iis Maryana yang rela datang sejak pukul 6 kurang dan sudah mendapat nomor antrean 111. Hal senada ditegaskan Ike, "Sekolahnya bagus, biar cita-citanya tercapai. Biar masuk PTN-nya gampang."

Ibu Irma yang datang mengantar puterinya Isati dari SMP Darul Qur'an berkomentar, "Tetap cari yang terbaik lah untuk anak." 

Tomo yang datang bersama puterinya Citra dari SMP Al-Azhar sebenarnya tidak terlalu memikirkan soal sekolah favorit. "Sebenarnya saya tidak terlalu memikirkan soal SMA favorit atau tidak karena saya sendiri bukan dari SMA favorit."

Menurutnya, pendidikan tergantung pada motivasi belajar setiap anak. Sebagai orangtua ia hanya memberikan dukungan atas pilihan sekolah anak. "Terdekat ke-3 dari rumah tapi anaknya milih sekolah di sini. Bagaimana anaknya saja. Yang penting dia senang menjalani sekolahnya nanti."

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X