Di Masa Pengenalan Sekolah, Mendikbud Jamin Semua Bisa Sekolah

Kompas.com - 16/07/2019, 13:23 WIB
Mendikbud Muhadjir Effendy melakukan kunjungan lapangan pelaksanaan hari pertama sekolah dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah ke Sekolah Permata Insani, Tangerang, Jawa Barat, Senin (15/7/2019). Dok. KemendikbudMendikbud Muhadjir Effendy melakukan kunjungan lapangan pelaksanaan hari pertama sekolah dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah ke Sekolah Permata Insani, Tangerang, Jawa Barat, Senin (15/7/2019).

KOMPAS.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ( Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan dengan tegas bahwa pihaknya tidak akan memberikan toleransi terhadap berbagai praktik kecurangan yang terjadi di sekolah, khususnya dalam Penerimaan Peserta Didik Baru ( PPDB).

“Pokoknya kami tidak menoleransi praktik-praktik tidak baik di sekolah, lembaga pendidikan secara umum, sekolah secara khusus,” kata Muhadjir dalam keterangan tertulis di laman resmi Kemendikbud, Senin (15/7/2019).

Ia mengimbau agar semua pihak menjaga kebersihan dalam dunia pendidikan dan masa depan siswa. Maka dari itu, orangtua diharapkan tidak melakukan praktik kecurangan.

Hindari kecurangan

Muhadjir pun mengimbau orangtua agar tidak mencoba-coba main belakang hanya untuk memperjuangkan anaknya masuk ke sekolah yang dianggap bagus karena pasti akan berdampak tidak bagus bagi anak itu.

Baca juga: Mendikbud: Tidak Ada Anak yang Bodoh, Semua Cerdas....

Dampak yang dimaksud misalnya sanksi sosial yang bisa dirasakan langsung oleh siswa tersebut apabila di kemudian hari lingkungan sekitarnya mengetahui bahwa siswa tersebut masuk sekolah dengan cara yang tidak baik.

“Di mata siswa-siswa lain juga akan tidak baik, secara mental akan merusak anak,” imbuhnya. Ia mengajak orangtua agar memikirkan dari sisi anak, dengan tidak memaksakan kehendak sehingga mengorbankan masa depan anak tersebut.

Ia pun menyarankan semua pihak supaya memelihara praktik baik dalam pendidikan dengan menghindari kecurangan dan ketidakjujuran.

“Pertama-tama pendidikan harus bersih, bisa dikatakan pendidikan itu hulu dari peradaban bangsa ini. Kalau bagian hulu sudah diisi praktik kecurangan, ketidakjujuran, kita tidak bisa berharap banyak pada akhirnya,” ucap Muhadjir.

Jamin semua sekolah

Ia mengungkapkan bahwa evaluasi pelaksanaan PPDB 2019 dilakukan setiap hari sampai akhir Juli mendatang. Diharapkan Pada akhir bulan nanti  masukan dari berbagai pihak sudah diterima demi perbaikan pelaksanaan PPDB tahun depan.

Di samping itu, pemerintah pusat juga akan melakukan koordinasi dengan semua dinas di seluruh Indonesia untuk memastikan tidak ada satu pun anak usia sekolah yang tidak bisa ditampung di sekolah.

“Kami usahakan tampung. Kami serahkan ke pemda dulu, Kalau pemda tidak bisa, kami ambil alih,” tambah Muhadjir.

Ia menuturkan, Kemendikbud menjamin bahwa semua anak bisa bersekolah. Walaupun saat ini sudah masuk tahap Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah, bukan berarti tidak boleh ada lagi PPDB.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads X