3 Tips Inspiratif Kaltim Menumbuhkan Minat Baca di Sekolah

Kompas.com - 22/07/2019, 19:05 WIB
Kurnia Astuti, guru SDN 003 Tenggarong Kutai Kartanegara sedang menceritakan isi buku bacaan kepada anak-anak DOK. TANOTO FOUNDATIONKurnia Astuti, guru SDN 003 Tenggarong Kutai Kartanegara sedang menceritakan isi buku bacaan kepada anak-anak

KOMPAS.com - Guna menumbuhkan rasa cinta terhadap buku semenjak dini, SDN 003 Tenggarong Kutai Kartanegara menggelar "Program Budaya Baca" dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di sekolah tersebut.

Dalam kegiatan tersebut, 61 siswa baru dibagi menjadi beberapa kelompok. Tiap kelompok terdiri dari lima orang. Karena mereka belum diajarkan menulis dan membaca, tiap guru yang bertanggung jawab di kelompok hanya menceritakan sebuah buku cerita.

Setelah mendengar cerita tersebut, siswa yang berani diberikan microphone dan menceritakan kembali. Orangtua siswa yang mengantar anaknya dan bebas masuk melihat juga kegiatan tersebut dari bangku-bangku yang sudah disediakan.

Setelah diceritakan buku cerita tersebut, salah satu murid baru yang bernama Fatih berkata bahwa di rumah tidak pernah dilakukan kegiatan demikian. Ia kemudian berlari ke ibunya dan memintanya melakukan kegiatan seperti itu juga di rumah.

Baca juga: Literasi Baca Indonesia Rendah, Akses Baca Diduga Jadi Penyebab

Selain kisah di atas, berikut 3 tips inspiratif dari beberapa sekolah di Kalimantan Timur, dalam menumbuhkan budaya di sekolah:

1. Peran aktif orangtua

“Saya senang melihat reaksi itu. Kegiatan seperti ini juga dalam rangka menanamkan pada orang tua siswa bahwa budaya baca bukan cuma tanggung jawab sekolah, tapi juga orang tua siswa,” kata Kurnia Astuti, salah satu guru yang bertanggung jawab atas kegiatan tersebut.

Untuk menguatkan, budaya baca juga disosialisasikan lewat rapat bersama orang tua siswa baru di hari berikutnya. Dalam rapat tersebut, pihak sekolah menegaskan bahwa sekolah telah memiliki SK Budaya Baca yang isinya berbagai kegiatan budaya baca dan penanggung jawabnya.

Kegiatan tersebut meliputi membaca 15 menit, membaca selama 2 jam di perpustakaan di waktu-waktu khusus, menceritakan isi buku bacaan, kegiatan rutin menulis dan pengadaan buku.

Orangtua juga diharapkan juga aktif membantu budaya baca selama di rumah, misalnya lewat bercerita dengan anaknya sebelum tidur.

2. "Koin untuk Buku"

Kegiatan senada juga dilakukan sekolah mitra Tanoto Foundation lain yaitu MTsN 1 Balikpapan. Bekerjasama dengan Aliansi Bikers Sosial Balikpapan, para siswa baru dikumpulkan bersama di mushola dan dikenalkan budaya baca di sekolah.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads X