Hadiah Hari Anak Nasional, Tim Olimpiade Biologi Sabet Medali Emas

Kompas.com - 23/07/2019, 08:08 WIB
Tim Olimpiade Biologi Indonesia yang berhasil meraih empat medali pada 30th International Biology Olympiad (IBO) yang diadakan di Szeged, Hungaria, pada 14 sampai 21 Juli 2019. Dok. Direktorat Pembinaan SMA KemendikbudTim Olimpiade Biologi Indonesia yang berhasil meraih empat medali pada 30th International Biology Olympiad (IBO) yang diadakan di Szeged, Hungaria, pada 14 sampai 21 Juli 2019.

KOMPAS.com – Kabar gembira sekaligus menjadi hadiah di Hari Anak Nasional (23/7/2019), Tim Olimpiade Biologi Indonesia berhasil meraih empat medali pada "30th International Biology Olympiad (IBO") yang diadakan di Szeged, Hungaria, pada 14 sampai 21 Juli 2019.

Seperti dipublikasikan di laman resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), keempat medali yang dibawa pulang ke Tanah Air itu terdiri atas satu medali emas, dua medali perak, dan satu medali perunggu.

Medali emas diraih Aditya David Wirawan (SMAK 1 Petra, Surabaya), dua medali perak diraih oleh Nedi Sawego Yogya (SMA Pribadi Bandung) dan Made Ayu Utami Intaran (SMAN 21 DKI Jakarta), serta satu medali perunggu diraih oleh Hanif Al Husaini (SMAN 1 Salatiga).

6 jam lomba

Koordinator tim Ahmad Faizal mengatakan, para peserta wajib mengikuti dua jenis ujian yaitu praktikum dan teori. Mereka mengerjakan empat topik ujian praktikum masing-masing selama 1,5 jam.

Baca juga: Hari Anak Nasional, Jangan Lembur Ini Diskon dan Promo untuk Anak!

Topik yang dikerjakan yaitu Biokimia; Fisiologi Hewan dan Biologi Molekuler; Anatomi Hewan, Ekologi, dan Sistematik Tumbuhan; serta Bioinformatik dan Neurobiologi.

Kemudian, para peserta IBO 2019 juga menggarap dua set soal teori total selama enam jam pengerjaan.

Dalam IBO 2019 di Szeged, ada enam pendamping yang ikut serta dalam tim Olimpiade Biologi Indonesia, dan ada beberapa yang menjadi juri internasional. Keenam pendamping itu yakni Dr Agus Dana Permana, Dr Ahmad Faizal, dan Dr Ramadhani Eka Putra yang merupakan staf pengajar Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati di Institut Teknologi Bandung.

Selain itu, Danang Chrysnanto dari ETH Zurich, Arif Ibrahim Ardisasmita dari University of Utrecht, dan Jim Bar Pen dari Direktorat Pembinaan SMA Kemendikbud.

Seleksi berjenjang

Adapun juri pendamping dari negara-negara lain kebanyakan merupakan guru, dosen, dan profesor dari sejumlah universitas terkemuka.

Tugas mereka menerjemahkan soal ke bahasa negaranya masing-masing, serta bekerja sama dengan juri dari berbagai negara untuk menelaah soal-soal tes (praktikum dan teori) sehingga kualitas soal meningkat sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang biologi modern.

Pelajar Indonesia yang terpilih menjadi peserta IBO 2019 diseleksi secara berjenjang dari tingkat sekolah, kabupaten/kota, hingga provinsi, yaitu Olimpiade Sains Nasional (OSN) yang digelar oleh Kemendikbud pada 2018 di Padang, Sumatera Barat.

Mereka dibina oleh tim pengajar dan asisten dari tim Olimpiade Biologi Indonesia sebelum bertanding dalam IBO 2019. Saat ini Made Ayu Utami Intaran telah kuliah di Fakultas Teknologi Industri ITB, sedangkan Nedi Sawego Yogya sudah menjalani studi di Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB, serta dua siswa lainnya masih duduk di bangku SMA.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X