Ajak Anak Gemar Membaca di Hari Anak Nasional, Begini Caranya

Kompas.com - 23/07/2019, 19:16 WIB
Antusias dan kegembiraan  anak-anak di desa terpencil ujung timur Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam gerakan gemar membaca. KOMPAS.com/SyarifudinAntusias dan kegembiraan anak-anak di desa terpencil ujung timur Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam gerakan gemar membaca.

KOMPAS.com – Perkembangan hidup seorang anak harus diisi dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat sesuai pertambahan umur dan kondisi kepribadiannya. Tentu saja bermain dan belajar merupakan kegiatan utamanya.

Aktivitas belajar sambil bermain penting untuk diterapkan supaya anak itu mendapatkan pengetahuan baru setiap hari dalam suasana yang menyenangkan. Dengan begitu, anak tersebut semakin pintar dan fungsi otaknya terus berkembang.

Salah satu kegiatan belajar yang mudah dilakukan yaitu membaca. Sebab, membaca bisa memberi beragam manfaat, di antaranya membangkitkan kemauan dan kemampuan berpikir. Anak-anak akan terbiasa berpikir menggunakan logika dan berkembang menjadi imajinasi masing-masing.

Kemampuan itu bisa diperoleh misalnya dari buku cerita fiksi dan kisah petualangan. Mereka pun belajar tentang nilai-nilai yang baik dan buruk dalam kehidupan, baik dalam keluarga, teman di sekolah, maupun masyarakat luas.

Baca juga: Jadikan Membaca Buku sebagai Hadiah Hari Anak Nasional

Dalam rangka Hari Anak Nasional 2019 pada hari ini, mari kita bersama mengajak anak-anak untuk gemar membaca. Seperti dihimpun dari beberapa sumber, berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan:

1. Ketahui minat anak

Cari tahu terlebih dahulu jenis buku bacaan apa yang diminati oleh anak itu sehingga lebih gampang untuk membuatnya tertarik membaca. Setelah itu tentukan tempat yang nyaman, bisa di rumah atau di tempat lain.

Kemudian ajaklah untuk duduk bersama-sama sambil membaca buku tersebut. Usahakan membaca dan menceritakan kembali isi buku itu dengan nada bicara yang membuat anak itu tertarik sehingga aktivitas membaca terasa menyenangkan dan tidak membosankan.

2. Mulai dari aktivitas sehari-hari

Kondisi kepribadian setiap anak berbeda-beda. Maka dari itu, memengaruhi seorang anak untuk gemar membaca tidak harus langsung mengajaknya membaca bersama-sama. Hal itu bisa dimulai dengan berbicara tentang hobi.

Sebagai contoh, jika anak itu suka olahraga sepak bola, ajak dia menonton pertandingan di lapangan, lalu membahasnya. Sampaikan pesan bahwa bila dia ingin mengetahui lebih banyak tentang sejarahnya, pemain-pemain terkenal, dan berbagai pengetahuan sepak bola, dia bisa mendapatkannya melalui bacaan.

Dengan begitu, anak tersebut akan mencari informasi sebanyak-banyaknya dengan membaca. Lama-kelamaan dia akan terbiasa membaca dan aktivitas itu bisa menjadi kebutuhan positif dalam perkembangan hidupnya.

3. Membaca bersama

Apabila kegiatan gemar membaca sudah menjadi bagian hidup seorang anak, akan lebih mudah untuk mengajaknya membaca bersama. Tentukan satu buku yang berisi teks dan gambar dalam porsi seimbang sehingga lebih menarik untuk dibaca.

Kemudian baca buku itu dengan bergantian karena cara ini sangat disarankan, terutama bagi anak yang tidak suka membaca. Selain itu, bacalah buku tersebut secara nyaring sehingga tidak membosankan dan lebih bersemangat.

Jika cara-cara itu telah dilaksanakan dan mulai terasa manfaatnya, maka akan lebih mudah untuk membiasakan kegiatan membaca sebagai bagian dari hidupnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Gramedia
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tertarik Jadi Dosen? CPNS 2019 Kemendikbud Buka 1.891 Formasi

Tertarik Jadi Dosen? CPNS 2019 Kemendikbud Buka 1.891 Formasi

Edukasi
Angkie Yudistia, Staf Khusus Jokowi, Kisah Titik Bangkit di Kampus dan Perjuangan yang Belum Selesai

Angkie Yudistia, Staf Khusus Jokowi, Kisah Titik Bangkit di Kampus dan Perjuangan yang Belum Selesai

Edukasi
'Link and Match' Pendidikan-Industri Butuh Perencanaan dan Penyesuaian Kurikulum

"Link and Match" Pendidikan-Industri Butuh Perencanaan dan Penyesuaian Kurikulum

Edukasi
Krisis Dunia Pendidikan, Satu Pesan dari Bank Dunia...

Krisis Dunia Pendidikan, Satu Pesan dari Bank Dunia...

Edukasi
Pasar Digital Kian Menjanjikan, Binus Malang Kini Fokus Ciptakan Entreprenuer Berbasis Digital

Pasar Digital Kian Menjanjikan, Binus Malang Kini Fokus Ciptakan Entreprenuer Berbasis Digital

BrandzView
LP3I: Kompetensi dan Adaptasi Jadi Kunci Penguatan Pendidikan Vokasi

LP3I: Kompetensi dan Adaptasi Jadi Kunci Penguatan Pendidikan Vokasi

Edukasi
'We The Teacher': Infrastruktur dan Materi Pembelajaran Masih Jadi Kendala di Daerah 3T

"We The Teacher": Infrastruktur dan Materi Pembelajaran Masih Jadi Kendala di Daerah 3T

Edukasi
Kompasianival 2019: Ngomongin Podcast hingga Peluang Join KG Media

Kompasianival 2019: Ngomongin Podcast hingga Peluang Join KG Media

Edukasi
Daftar Lengkap 100 Universitas Terbaik Kinerja Penelitian, Berapa Peringkat Kampusmu?

Daftar Lengkap 100 Universitas Terbaik Kinerja Penelitian, Berapa Peringkat Kampusmu?

Edukasi
5 Modul Latihan TKD CPNS 2019 Paling Banyak Dicari

5 Modul Latihan TKD CPNS 2019 Paling Banyak Dicari

Edukasi
Sepertiga Anak Usia 10 Tahun Indonesia Tak Mampu Baca dan Pahami Cerita Sederhana

Sepertiga Anak Usia 10 Tahun Indonesia Tak Mampu Baca dan Pahami Cerita Sederhana

Edukasi
Menristek: Jumlah Pengelolaan Dana Riset Ditentukan Penilaian Kinerja

Menristek: Jumlah Pengelolaan Dana Riset Ditentukan Penilaian Kinerja

Edukasi
47 Universitas Terbaik Bidang Penelitian Versi Kemenristek

47 Universitas Terbaik Bidang Penelitian Versi Kemenristek

Edukasi
Berdayakan Guru, Zenius dan We The Teachers Distribusikan Materi Belajar Digital Gratis

Berdayakan Guru, Zenius dan We The Teachers Distribusikan Materi Belajar Digital Gratis

Edukasi
Benarkah Peran Guru Tidak Akan Terganti pada Era Revolusi Industri 4.0?

Benarkah Peran Guru Tidak Akan Terganti pada Era Revolusi Industri 4.0?

Edukasi
Close Ads X