Jaga Kesegaran Ikan, Tim Pengmas FMIPA UI Kembangkan Minatransporter

Kompas.com - 06/08/2019, 21:45 WIB
Tim Pengabdian Masyarakat (Pengmas) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) bekerja sama dengan Yayasan Pandu Cendekia berhasil mengembangkan minatransporter.Dok. Universitas Indonesia Tim Pengabdian Masyarakat (Pengmas) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) bekerja sama dengan Yayasan Pandu Cendekia berhasil mengembangkan minatransporter.

KOMPAS.com – Tim Pengabdian Masyarakat (Pengmas) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) bekerja sama dengan Yayasan Pandu Cendekia berhasil membuat terobosan dengan mengembangkan minatransporter.

Alat itu diciptakan untuk mengatasi masalah yang sering dialami para nelayan dalam menjaga kesegaran dan daya tahan ikan untuk didistribusikan ke daerah lain.

Seperti dilansir laman resmi UI, tim FMIPA UI itu terdiri dari dua orang dosen, yaitu Retno Lestari dan Mufti Petala Patria, serta dua orang asisten, dan 11 orang mahasiswa.

Mereka melaksanakan program pengembangan alat tersebut di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada 23 sampai 25 Juli 2019, dengan melibatkan para nelayan setempat.

Tetap segar dan sehat

Minatransporter merupakan pelet hasil formulasi yang mampu menyediakan oksigen cadangan dan suplai nutrisi di dalam tempat penyimpanan ikan sehingga dapat digunakan untuk memperpanjang masa hidup ikan selama didistribusikan ke pasar, terutama di luar daerah Pandeglang.

Baca juga: Program Startup Mahasiswa Kemeristekdikti, Ini Jadwal dan Syaratnya!

Dengan menggunakan alat itu, nilai jual ikan diharapkan tetap tinggi karena kondisinya masih segar dan sehat.

“Kecamatan Sumur merupakan daerah yang memiliki potensi hasil budidaya perikanan yang tinggi. Namun, permasalahan yang terjadi pada nelayan, mereka masih melakukan distribusi ikan dengan metode konvensional yang bersifat tertutup. Cara tersebut hanya mempertahankan hidup ikan selama tiga jam pendistribusian,” ujar Ketua Tim Pengmas Retno Lestari dalam keterangan tertulis, Selasa (6/8/2019).

Dia melanjutkan, akibat dari penggunaan metode konvensional itu, ikan yang akan sampai ke pasaran mengalami penurunan kualitas sehingga mengurangi harga jual.

Maka dari itu, pihaknya merasa perlu mengimplementasikan IPTEKS untuk memberikan solusi bagi nelayan supaya bisa meningkatkan kualitas ikan melalui perbaikan sistem distribusinya.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X