Membuka Ruang Kesetaraan Disabilitas lewat Program Tandem Profesional

Kompas.com - 14/08/2019, 18:56 WIB
Diskusi publik Merayakan Disabilitas Menuju Indonesia Maju, yang digelar Yayasan Helping Hands pada Rabu, 14 Agustus 2019 di Ruang Komunal Indonesia from Facebook, Jakarta. DOK. YAYASAN HELPING HANDSDiskusi publik Merayakan Disabilitas Menuju Indonesia Maju, yang digelar Yayasan Helping Hands pada Rabu, 14 Agustus 2019 di Ruang Komunal Indonesia from Facebook, Jakarta.

Wendy menjelaskan, melalui program Pengalaman Profesional bertajuk Leadership Inclusive Taining (LIT), Yayasan Helping Hands membawa siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) ke berbagai perusahaan untuk merasakan pengalaman pelatihan bersama pekerja professional .

“Yang unik, di dalam program LIT, setiap anak disabilitas akan ditandem dengan seorang karyawan dari perusahaan partisipan. Dengan begitu kedua pihak akan terlibat dalam interaksi mendalam. Dengan begitu anak-anak dapat bertambah wawasan, dan dapat membekali diri dengan keterampilan dan pengetahuan yang tepat pula,” jelas Wendy.

Salah satu program LIT akan dijalankan bersama Bank BCA 20 Agustus mendatang. Sebanyak 15 anak tunanetra akan diajak ke fasilitas unit kerja Halo BCA di BSD, Tangerang.

Membuka ruang kesetaraan

 

“Nantinya, 15 anak itu akan ditandem dengan 15 karyawan BCA dalam sebuah pairing program, 3-4 jam. Kami harap melalui program tersebut di sisi anak disabilitas akan menumbuhkan kepercayaan diri untuk berinteraksi dan berkarya di dunia professional," terang Wendy.

Sementara di sisi karyawan, jelas Wendy, akan menumbuhkan empati yang diharapkan akan dapat memperluas wawasan agar lebih inklusif dan ramah disabilitas. "Siapa tahu juga dapat membuka ruang kesempatan bekerja bersama lebih lanjut dengan penyandang disabilitas di perusahaan,” terang Wendy.

Yayasan Helping Hands pun berharap, ke depannya akan lebih banyak pihak lagi yang bisa berjalan bersama mereka untuk membuka ruang kesetaraan bagi penyandang disabilitas.

"Tujuan ini semua adalah agar terbangun pemahaman dan empati dari kedua sisi, dan agar dapat dimulai aksi-aksi kecil maupun besar yang dapat memberi dampak positif di dalam masyarakat,” tutup Willy.

Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X