Di Tangan Mahasiswa ITS, Polusi Udara Bisa Jadi Gas Ramah Lingkungan

Kompas.com - 22/08/2019, 17:25 WIB
(Kiri ke kanan) Alvin Rahmad Widyanto, Hafildatur Rosyidah, Ir Endang Purwanti Setyaningsih MT, dan Vina Rizky Andina. Dok. Institut Teknologi Sepuluh Nopember(Kiri ke kanan) Alvin Rahmad Widyanto, Hafildatur Rosyidah, Ir Endang Purwanti Setyaningsih MT, dan Vina Rizky Andina.

KOMPAS.com – Peningkatan polusi udara belakangan ini merupakan salah satu akibat dari bertambah banyaknya jumlah kendaraan bermotor yang hilir mudik di jalan, baik di perkotaan maupun perdesaan.

Terlebih lagi, kualitas dan kuantitas tumbuhan dan pepohonan yang saat ini semakin berkurang. Hal itu menjadi penyebab menurunnya kualitas udara di sekitar kita yang bisa memengaruhi kesehatan karena tidak sesuai aturan.

Sehubungan dengan itu, sekelompok mahasiswa Departemen Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berhasil mengubah polusi udara kendaraan bermotor menjadi gas yang aman dan layak buang.

Polusi udara itu merupakan berbagai jenis gas beracun yang bisa mengakibatkan gangguan atau penyakit pernapasan, seperti gas karbon monoksida, nitrogenoksida, dan hidrokarbon.

Kelompok mahasiswa itu terdiri dari tiga orang, yaitu Alvin Rahmad Widyanto, Vina Rizky Andina, dan Hafildatur Rosyidah. Mereka melakukan penelitian di bawah bimbingan dosen Ir Endang Purwanti Setyaningsih, MT.

“Hal ini perlu ditangani lebih lanjut karena aktivitas manusia yang tak bisa luput dari kendaraan, dan jika dibiarkan akan makin memperburuk kesehatan lingkungan,” ujar Alvin sebagai ketua tim, dalam keterangan di laman resmi ITS, Rabu (21/8/2019).

Dia menambahkan, untuk mengatasi masalah polusi udara itu, timnya melakukan inovasi dengan menciptakan katalitik konverter berupa reaktor atau tabung kecil yang berisi lempengan kawat tembaga dan senyawa kimia padatan berupa katalis MnO2/Zeolit-Y Hierarki.

Alvin menjelaskan, tembaga dan katalis itu berguna mengurangi atau mengubah gas karbon monoksida, nitrogenoksida, dan hidrokarbon menjadi gas karbon dioksida, nitrogen, uap air, dan ion sulfat.

“Jadi prosesnya, gas-gas beracun itu diserap terlebih dahulu oleh katalis, kemudian dikonversi oleh katalis juga,” imbuhnya.

Alvin Rahmad Widyanto bersama rekannya sedang menguji katalitik konverter di knalpot sepeda motor.Dok. Institut Teknologi Sepuluh Nopember Alvin Rahmad Widyanto bersama rekannya sedang menguji katalitik konverter di knalpot sepeda motor.

Timnya telah meneliti gas hasil konverter tersebut dan dinyatakan aman serta memiliki manfaat bagi lingkungan di sekitarnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tertarik Jadi Dosen? CPNS 2019 Kemendikbud Buka 1.891 Formasi

Tertarik Jadi Dosen? CPNS 2019 Kemendikbud Buka 1.891 Formasi

Edukasi
Angkie Yudistia, Staf Khusus Jokowi, Kisah Titik Bangkit di Kampus dan Perjuangan yang Belum Selesai

Angkie Yudistia, Staf Khusus Jokowi, Kisah Titik Bangkit di Kampus dan Perjuangan yang Belum Selesai

Edukasi
'Link and Match' Pendidikan-Industri Butuh Perencanaan dan Penyesuaian Kurikulum

"Link and Match" Pendidikan-Industri Butuh Perencanaan dan Penyesuaian Kurikulum

Edukasi
Krisis Dunia Pendidikan, Satu Pesan dari Bank Dunia...

Krisis Dunia Pendidikan, Satu Pesan dari Bank Dunia...

Edukasi
Pasar Digital Kian Menjanjikan, Binus Malang Kini Fokus Ciptakan Entreprenuer Berbasis Digital

Pasar Digital Kian Menjanjikan, Binus Malang Kini Fokus Ciptakan Entreprenuer Berbasis Digital

BrandzView
LP3I: Kompetensi dan Adaptasi Jadi Kunci Penguatan Pendidikan Vokasi

LP3I: Kompetensi dan Adaptasi Jadi Kunci Penguatan Pendidikan Vokasi

Edukasi
'We The Teacher': Infrastruktur dan Materi Pembelajaran Masih Jadi Kendala di Daerah 3T

"We The Teacher": Infrastruktur dan Materi Pembelajaran Masih Jadi Kendala di Daerah 3T

Edukasi
Kompasianival 2019: Ngomongin Podcast hingga Peluang Join KG Media

Kompasianival 2019: Ngomongin Podcast hingga Peluang Join KG Media

Edukasi
Daftar Lengkap 100 Universitas Terbaik Kinerja Penelitian, Berapa Peringkat Kampusmu?

Daftar Lengkap 100 Universitas Terbaik Kinerja Penelitian, Berapa Peringkat Kampusmu?

Edukasi
5 Modul Latihan TKD CPNS 2019 Paling Banyak Dicari

5 Modul Latihan TKD CPNS 2019 Paling Banyak Dicari

Edukasi
Sepertiga Anak Usia 10 Tahun Indonesia Tak Mampu Baca dan Pahami Cerita Sederhana

Sepertiga Anak Usia 10 Tahun Indonesia Tak Mampu Baca dan Pahami Cerita Sederhana

Edukasi
Menristek: Jumlah Pengelolaan Dana Riset Ditentukan Penilaian Kinerja

Menristek: Jumlah Pengelolaan Dana Riset Ditentukan Penilaian Kinerja

Edukasi
47 Universitas Terbaik Bidang Penelitian Versi Kemenristek

47 Universitas Terbaik Bidang Penelitian Versi Kemenristek

Edukasi
Berdayakan Guru, Zenius dan We The Teachers Distribusikan Materi Belajar Digital Gratis

Berdayakan Guru, Zenius dan We The Teachers Distribusikan Materi Belajar Digital Gratis

Edukasi
Benarkah Peran Guru Tidak Akan Terganti pada Era Revolusi Industri 4.0?

Benarkah Peran Guru Tidak Akan Terganti pada Era Revolusi Industri 4.0?

Edukasi
Close Ads X