IIBF 2019 Digelar Dua Hari Lagi, Ada 2 Hal Baru Kali Ini, Apa Saja?

Kompas.com - 03/09/2019, 08:37 WIB
Konferensi pers Indonesia International Book Fair (IIBF) 2019 pada Senin (2/9/2019) di Jakarta. KOMPAS.com/ERWIN HUTAPEAKonferensi pers Indonesia International Book Fair (IIBF) 2019 pada Senin (2/9/2019) di Jakarta.


KOMPAS.com – Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) akan menyelenggarakan " Indonesia International Book Fair ( IIBF) 2019" pada 4 sampai 8 September 2019 di Balai Sidang Jakarta Convention Center, Jakarta.

Ini merupakan ajang ke-39 sejak diadakan pertama kali pada 1980. Awalnya menggunakan nama "Indonesia Book Fair", kemudian berubah menjadi Indonesia International Book Fair sejak 2014.

Berbagai kegiatan perbukuan yang digelar pada IIBF 2019 yaitu promosi, transaksi, diskusi, serta interaksi di antara kalangan penerbit, penulis, pustakawan, aktivis literasi, seni, budaya, pendidikan, dan pelaku industri kreatif lainnya.

“IIBF sudah menjadi berkelas internasional sejak 2014 dengan mengundang para penerbit dan guest of honour dari mancanegara. Kami juga meningkatkan kualitas penyelenggaraan dan tempat,” kata Ketua Umum Ikapi Rosidayati Rozalina saat konferensi pers, Senin (2/9/2019) di Jakarta.

Dia menuturkan, IIBF juga mendapat lebih banyak perhatian lembaga pemerintah sejak 2017, yaitu dukungan dari Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), yang sebelumnya sudah ada dukungan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Baca juga: Sssttt... Ada Zona Kalap di IIBF 2019, Diskon hingga 90 Persen

Rosidayati pun mengatakan, ada beberapa hal baru dalam rangkaian IIBF 2019. Apa saja?

1. IPP dan simposium internasional

Pertama, yaitu Indonesia Partnership Program (IPP) dan simposium internasional tentang pendidikan. Tujuan diselenggarakannya IPP untuk membuat Indonesia menjadi sumber dan pusat pemasaran hak cipta terjemahan (copyright) di dunia internasional.

“Ini program untuk mendorong terjadinya transaksi antara penerbit Indonesia dengan penerbit mancanegara. Jadi IIBF tidak hanya konvensional menerbitkan dan menjual buku dari penerbit ke masyarakat, tapi juga jadi pusat transaksi hak cipta terjemahan dari penerbit lokal ke dunia internasional,” jelasnya.

Dalam program itu, pihaknya memberi insentif khusus kepada para pembeli hak cipta potensial dari luar neger yang akan hadir dan melakukan transaksi di IIBF. Insentif itu berupa penyediaan paket Gold, Silver, dan Bronze untuk mendapat tiket dan meja sesuai kelas masing-masing untuk bertransaksi.

Ditargetkan sebanyak 45 penerbit akan mengikuti program tersebut, yang terdiri dari 15 penerbit untuk paket Gold, 15 penerbit untuk paket Silver, dan 15 penerbit untuk paket Bronze.

"Ternyata dari hasil kurasi, tidak semua aplikasi yang memenuhi syarat, jadi total hanya sekitar 39 penerbit yang memanfaatkan fasilitas di IPP tersebut. Itulah salah satu kemajuan di IIBF,” imbuh Rosidayati.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X