KILAS

Program Kemitraan, Upaya Mendikbud Tingkatkan Mutu Pendidikan

Kompas.com - 10/09/2019, 16:00 WIB
Ilustrasi: Seorang guru mengajar di salah satu SD di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara beberapa waktu lalu.(Kompas.com/Kontributor Nunukan, Sukoco) -Ilustrasi: Seorang guru mengajar di salah satu SD di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara beberapa waktu lalu.(Kompas.com/Kontributor Nunukan, Sukoco)

KOMPAS.com - Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mencetuskan program kemitraan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK).

Menilik cara kerjanya, program ini mengajak guru dari daerah tertinggal, terluar, terdepan (3T) ke sekolah inti untuk berkolaborasi dengan tenaga pendidikan di dalamnya.

Guru-guru yang berasal dari daerah 3T tersebut akan belajar selama sepekan dengan menyaksikan dan terlibat di setiap sekolah inti agar dapat disebarluaskan kepada guru-guru lain di wilayahnya. Hal ini lumrah disebut On the Job Learning 1 (OJL 1).

Muhadjir menilai, Indonesia saat ini masih terjadi ketimpangan mutu pendidikan antar daerah, hal tersebut dapat dilihat dari berbagai dimensi, yaitu masukan (input), proses, dan hasil.

Baca juga: Ditjen GTK: Sistem Zonasi Wujud Kemerdekaan di Dunia Pendidikan

"Harus diakui kompetensi guru pada aspek pedagogik dan profesional masih rendah," ucap dia sesuai keterangan rilis yang Kompas.com terima, Selasa (10/9/2019).

Melalui program ini, guru inti dapat saling berbagi pengalaman, inspirasi, dan mengembangkan kerja sama dalam upaya peningkatan dan pemerataan kemampuan guru mitra yang berasal dari daerah 3T.

Lalu mengintegrasikan guru dan kepala sekolah dalam program yang sama, sehingga ada kesinambungan substansi yang digarap oleh keduanya.

Perpaduan ini meliputi desain dan langkah program, lokasi dan sasaran program, serta substansi program.

Kompetensi guru, lanjut Muhadjir, merupakan salah satu kunci untuk meningkatkan mutu pendidikan.

Baca juga: Mendikbud Sebut Kualitas Guru Cerminan Standar Nasional Pendidikan

Maka dari itu dirinya menyoroti hasil uji kompetensi guru tahun 2015 yang menyebut kompetensi guru secara nasional berada pada kategori rendah dan terdapat kesenjangan yang tinggi antar daerah.

“Untuk itu diperlukan upaya sistematis dan masif untuk memenuhi kompetensi yang diharapkan,” ujar Muhadjir.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X