Perkuat SDM dan Kolaborasi, Unpam Gelar Seminar Internasional

Kompas.com - 11/09/2019, 12:53 WIB
Universitas Pamulang (Unpam) menggelar seminar internasional bertajuk The 4th International Conference On Research In TVET Studies (ICOR-TVET) 2019 untuk mengembangkan kerja sama riset terutama dalam penguatan SDM (9/9/2019). DOK. KOMPAS.com/YOHANES ENGGARUniversitas Pamulang (Unpam) menggelar seminar internasional bertajuk The 4th International Conference On Research In TVET Studies (ICOR-TVET) 2019 untuk mengembangkan kerja sama riset terutama dalam penguatan SDM (9/9/2019).

KOMPAS.com -  Universitas Pamulang (Unpam) menggelar seminar internasional bertajuk "The 4th International Conference On Research In TVET Studies (ICOR-TVET) 2019" untuk mengembangkan kerja sama riset dan penguatan SDM, di Tangerang Selatan, Banten (9/9/2019).

Ketua LLDikti Wilayah IV, Prof. Uman Suherman memberikan apresiasi atas kolaborasi seminar internasional yang digelar Unpam ini. "Tentu harapannya tidak berhenti sampai di sini (seminar). Saya menunggu kolaborasi riset antara Unpam dan universitas maupun politeknik di Malaysia," ujar Prof. Uman Suherman.

Ia menyampaikan melalui kolaborasi riset ini nantinya diharapkan akan mampu menghasilkan kualitas SDM manusia Indonesia unggul dan berdaya saing, termasuk juga mampu menghasilkan inovasi yang menjawab kebutuhan di masyarakat.

Pembaruan ilmu 

Rektor Unpam Dayat Hidayat menyampaikan pihaknya secara rutin menggelar agenda seminar nasional maupun internasional. Seminar internasional ini merupakan kali ke-2 yang diselenggarakan Unpam.

Baca juga: Bali Jadi Saksi Bangkitnya Gairah Riset dan Inovasi Anak Bangsa

"Kami berharap mahasiswa Unpam dapat terus menyerap ilmu-ilmu terbaru dari para narasumber baik tingkat nasional maupun internasional. Ilmu yang dibawakan teman-teman narasumber ini pasti yang terbarukan. 

Ia menegaskan walau Unpam dikenal sebagai universitas berbiaya murah bukan berarti tertinggal dengan ilmu-ilmu terbaru. "Kita ingin menghadirkan pendidikan berkualitas tinggi," ujarnya.

Untuk menjaga kualitas, tambah Hidayat, pihaknya mulai menjaga kualitas mahasiswa sejak mulai sejak awal seleksi. "Kita melakukan tes akademik, karakter dan bahkan juga narkoba," jelas Dayat.

Dalam tahap proses pun, Hidayat menjelaskan Unpam menjalankan proses ketat guna mengawal mutu dan kualitas.

"Manajemen proses kami menggunakan sistem drop-out. Setiap kenaikan semester mahasiswa yang tidak mencapai nilai minimal 2,0 akan langsung tersaring dan oleh sistem dinyatakan drop-out," tegasnya.

Kolaborasi dunia usaha

Dalam paparan, Mohammad Naim, Ketua Pengarah Pendidikan Politeknik Kementerian Malaysia mendorong kerja sama antar negara ASEAN, khususnya Malaysia dan Indonesia.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads X