Kompas.com - 11/09/2019, 20:11 WIB
Hutomo Suryo Wasisto saat bertemu BJ Habibie. Dokumen pribadi Hutomo Suryo Wasisto Hutomo Suryo Wasisto saat bertemu BJ Habibie.
|
Editor Latief

Rupanya, tekad untuk mewujudkan impiannya ke Jerman terus membara. Akhirnya, dia diterima sebagai scientific student sekaligus research assistant di negeri beribu kota di Berlin itu.

Persisnya, Ito bisa menempuh studi dan bekerja di Technische Universitat Braunschweig. Kota itu dikenal sebagai sister city Bandung.

Waktu terus berjalan, Ito pun bisa menghasilkan begitu banyak journal paper yang mengantarnya mendapat sejumlah penghargaan, antara lain Best Young Scientist Poster Award pada 2012 di Krakow, Polandia, dari Eurosensors.

Tercatat sebanyak 45 journal paper berhasil diterbitkan sejak 2011 sampai 2019. Berbagai pencapaian itu membuat orang-orang Jerman di kampus merasa bingung bagaimana cara dia bisa melakukannya.

"Tadinya saya diremehin, dibilang itu susah, enggak berhasil. Tapi, semakin diremehin dan ditantang, saya semakin ingin membuktikan bahwa saya bisa," tegas Ito.

Hingga akhirnya, dia berhasil mewujudkan cita-cita masa kecilnya itu. Setelah menjalani studi S-3 bidang nanoteknologi di Technische Universitat Braunschweig sejak 2010, Ito dinyatakan lulus pada 24 Juni 2014.

Tak main-main, gelar yang berhak disandangnya itu adalah Doktor-Ingenieur (Dr Ing) in Electrical Engineering, Information, and Physics dengan status Summa Cum Laude with distinction/honor.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bukan sembarangan bisa mendapat status itu. Parameter penilaiannya antara lain dilihat dari lamanya kuliah, kualitas dan pengaruh hasil riset, penghargaan yang diperoleh, dan jumlah journal paper.

"Waktu wisuda saya diumumkan jadi Phd terbaik. Umur saya waktu itu 26 tahun dan akhirnya saya meraih gelar Dr Ing seperti Habibie. Itu doktor teknik yang cuma ada di Jerman," imbuh Ito.

Atas prestasinya selama ini, akhirnya dia menyandang status German permanent residency for high-qualified person. Saat ini, Dr Ing Hutomo Suryo Wasisto menduduki posisi sebagai Research Group Leader.

Dia bertanggung jawab di Laboratory for Emerging Nanometrology (LENA) dan Institute of Semiconductor Technology (IHT), di Technische Universitat Braunschweig, Jerman.

Bisa dikatakan bahwa kedudukan itu setara dengan asisten profesor di Amerika Serikat. Artinya, selain sebagai dosen, Ito mempunyai kelompok mahasiswa sendiri dan otoritas untuk menentukan arah pengembangan riset apa yang akan dilakukan.

Tak terasa, sudah sekitar 9 tahun dia tinggal di Jerman. Status ilmuwan diaspora yang disandangnya sekarang membuatnya tidak bisa melupakan Indonesia sebagai tanah airnya. Ito ingin berkontribusi nyata.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.