“Yang Meninggal Hanya Jasad, tapi Warisan Ilmu BJ Habibie Akan Selalu Hidup”

Kompas.com - 12/09/2019, 19:10 WIB
Bacharuddin Jusuf Habibie membaca salah satu koleksinya di perpustakaan Habibie Ainun, Jakarta, Senin (11/8/2014). Selain sebagai perpustakaan, ruangan ini juga difungsikan sebagai tempat diskusi dan pertunjukan musik.

Kompas/Mohammad Hilmi Faiq (MHF)
11-08-2014

DIMUAT 7/9/14 HAL 21 *** Local Caption *** Aku dan Rumahku : BJ Habibie

BJ Habibie membaca salah satu koleksinya di perpustakaan Habibie Ainun, Jakarta, Senin (11/8). Selain sebagai perpustakaan, ruangan ini juga difungsikan sebagai tempat diskusi dan pertunjukan musik.

Kompas/Mohammad Hilmi Faiq (MHF)
11-08-2014
KOMPAS/MOHAMMAD HILMI FAIQBacharuddin Jusuf Habibie membaca salah satu koleksinya di perpustakaan Habibie Ainun, Jakarta, Senin (11/8/2014). Selain sebagai perpustakaan, ruangan ini juga difungsikan sebagai tempat diskusi dan pertunjukan musik. Kompas/Mohammad Hilmi Faiq (MHF) 11-08-2014 DIMUAT 7/9/14 HAL 21 *** Local Caption *** Aku dan Rumahku : BJ Habibie BJ Habibie membaca salah satu koleksinya di perpustakaan Habibie Ainun, Jakarta, Senin (11/8). Selain sebagai perpustakaan, ruangan ini juga difungsikan sebagai tempat diskusi dan pertunjukan musik. Kompas/Mohammad Hilmi Faiq (MHF) 11-08-2014


KOMPAS.com - Presiden ketiga RI, Bacharuddin Jusuf Habibie, meninggal dunia di Paviliun Kartika, RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Rabu (11/9/2019), akibat penyakit yang dideritanya.

Pria kelahiran Parepare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936, itu meninggal setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit tersebut sejak 1 September 2019.

Semasa hidupnya, Habibie tercatat pernah beberapa kali menjabat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi Kabinet Pembangunan dalam masa pemerintahan Presiden Soeharto.

Karena keahliannya di bidang teknik, terutama teknologi dirgantara, Habibie pun memiliki gelar Prof Dr Ing. Rupanya hal itu menginspirasi banyak orang untuk bisa menyandang gelar seperti beliau.

Salah satunya adalah Hutomo Suryo Wasisto. Dia merupakan ilmuwan diaspora Indonesia yang hingga saat ini tinggal dan bekerja di Technische Universitat Braunschweig, Jerman.

Sejak kecil, Hutomo bercita-cita bisa memiliki gelar seperti Prof Dr Ing BJ Habibie, ilmuwan sekaligus menteri yang populer pada era Orde Baru.

Habibie jadi inspirasi

"Saya lihat di televisi dan koran, ingin ke Jerman dan punya gelar seperti BJ Habibie. Waktu itu mimpinya sudah tinggi sekali. Teman-teman bilang enggak usah mimpi tinggi-tinggi, susah, bahasa Inggris juga pas-pasan," ujar Ito, panggilan akrab Hutomo Suryo Wasisto, ketika dijumpai Kompas.com, Jumat (23/8/2019) di Jakarta.

Baca juga: Ilmuwan Diaspora dan Menanti Lahirnya Habibie-Habibie Baru

Menurut dia, kematian BJ Habibie meninggalkan kenangan tersendiri karena begitu besar jasanya bagi bangsa Indonesia sehingga sulit untuk dilupakan, terutama di bidang sains dan teknologi.

“Untuk saya, keinginan besar beliau untuk berkontribusi ke Indonesia melalui sains dan teknologi yang membuat saya kagum. Beliau tidak menyerah ketika ditekan sana-sini, diremehkan,” ucap Ito saat dihubungi kembali, Kamis (12/9/2019).

Hutomo Suryo Wasisto saat bertemu BJ Habibie.Dokumen pribadi Hutomo Suryo Wasisto Hutomo Suryo Wasisto saat bertemu BJ Habibie.

Dia melihat BJ Habibie berhasil mengirimkan putra-putri terbaik bangsa untuk melanjutkan kuliah ke luar negeri, kemudian mereka diharapkan memberi sumbangsih bagi Indonesia, baik yang memilih tetap menjadi diaspora maupun yang kembali ke Tanah Air untuk membangun bangsa.

Inspirasi berbagai generasi

Ito pun berpendapat bahwa Habibie juga sudah menginspirasi banyak anak muda dari berbagai generasi, mulai dari generasi orang tuanya sampai generasi zaman sekarang atau yang dikenal dengan istilah generasi milenial.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

61 Jurusan Soshum UPI Berikut Daya Tampung di SBMPTN 2020 dan Peminat 2019

61 Jurusan Soshum UPI Berikut Daya Tampung di SBMPTN 2020 dan Peminat 2019

Edukasi
Daya Tampung SBMPTN 2020 UPI, Ini 29 Jurusan Saintek Berikut Peminat di 2019

Daya Tampung SBMPTN 2020 UPI, Ini 29 Jurusan Saintek Berikut Peminat di 2019

Edukasi
Tingkatkan Keselamatan, Sekolah Bisa Kerja Sama dengan Organisasi Pencinta Alam dan Instruktur Profesional

Tingkatkan Keselamatan, Sekolah Bisa Kerja Sama dengan Organisasi Pencinta Alam dan Instruktur Profesional

Edukasi
Indonesia Punya 718 Bahasa Ibu, Jangan Sampai Punah!

Indonesia Punya 718 Bahasa Ibu, Jangan Sampai Punah!

Edukasi
Siswa SMPN 1 Turi Hanyut, Sekolah Mesti Punya Pengetahuan Manajemen Perjalanan dan Risiko

Siswa SMPN 1 Turi Hanyut, Sekolah Mesti Punya Pengetahuan Manajemen Perjalanan dan Risiko

Edukasi
Penyesuaian Model Kompetensi Guru Sesuai Perkembangan Zaman Perlu Dilakukan

Penyesuaian Model Kompetensi Guru Sesuai Perkembangan Zaman Perlu Dilakukan

Edukasi
Festival Sains dan Budaya 2020, Menggebrak Stigma Peringkat Bawah PISA Siswa Indonesia

Festival Sains dan Budaya 2020, Menggebrak Stigma Peringkat Bawah PISA Siswa Indonesia

Edukasi
Menjadi Manusia Waskita: Mari Kita Bicara tentang Kehilangan (Bagian II)

Menjadi Manusia Waskita: Mari Kita Bicara tentang Kehilangan (Bagian II)

Edukasi
Menjadi Manusia Waskita (Bagian I)

Menjadi Manusia Waskita (Bagian I)

Edukasi
Mendikbud Nadiem Segera Lakukan Investigasi Lapangan Musibah Susur Sungai SMPN 1 Turi

Mendikbud Nadiem Segera Lakukan Investigasi Lapangan Musibah Susur Sungai SMPN 1 Turi

Edukasi
Kwarnas: Musibah di SMPN 1 Turi Itu Kegiatan Sekolah atau Pramuka?

Kwarnas: Musibah di SMPN 1 Turi Itu Kegiatan Sekolah atau Pramuka?

Edukasi
Musibah Susur Sungai, Mendikbud Nadiem Ingatkan Sekolah Utamakan Keselamatan Siswa

Musibah Susur Sungai, Mendikbud Nadiem Ingatkan Sekolah Utamakan Keselamatan Siswa

Edukasi
Mendikbud Nadiem Sampaikan Bela Sungkawa atas Musibah Susur Sungai SMP Sleman

Mendikbud Nadiem Sampaikan Bela Sungkawa atas Musibah Susur Sungai SMP Sleman

Edukasi
Kejadian di SMPN 1 Turi, Kwarnas Gerakan Pramuka Sampaikan Ini...

Kejadian di SMPN 1 Turi, Kwarnas Gerakan Pramuka Sampaikan Ini...

Edukasi
Orangtua, Ini 5 Cara Kenali Minat dan Bakat Anak sejak Dini

Orangtua, Ini 5 Cara Kenali Minat dan Bakat Anak sejak Dini

Edukasi
Close Ads X