Mahasiswa Pariwisata, Ini 6 Kiat Sukses di Industri "Hospitality"

Kompas.com - 16/09/2019, 18:59 WIB
Talkshow Hospitality 2018 dengan tema How this industry see its adaptive capability? Is it already part of its DNA or still a major dilemma? yang diselenggarakan di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (24/10/2018). KOMPAS.com/ANISSA DEA WIDIARINITalkshow Hospitality 2018 dengan tema How this industry see its adaptive capability? Is it already part of its DNA or still a major dilemma? yang diselenggarakan di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (24/10/2018).

KOMPAS.com – Industri hospitality merupakan industri yang memprioritaskan fakto keramahtamahan sebagai modal utama. Hal itu diwujudkan antara lain dalam pelayanan, penyambutan, dan hiburan sehingga membuat konsumennya merasa puas.

Secara tidak sadar, kita sering mengalami sentuhan dengan industri ini, terutama jika memiliki hobi jalan-jalan. Mengunjungi obyek wisata, makan di restoran, dan menginap di hotel adalah contoh bisnis yang mengandalkan keramahtamahan.

Berbagai pihak menilai bahwa industri hospitality yang mencakup perjalanan dan pariwisata mampu berkontribusi lebih kurang 10 persen dari pendapatan bruto secara internasional.

Maka dari itu, industri ini dipercaya akan semakin berkembang dan memberi kesempatan kepada generasi muda yang ingin menjalani karier di bidang ini.

Seperti dipublikasikan Youth Manual, ada enam hal yang harus ditanamkan pada diri kita untuk bisa sukses di bidang itu, yakni sebagai berikut:

1. Toleransi

Berkarier dalam industri hospitality berarti ada kesempatan untuk bekerja dan berhadapan dengan orang dari berbagai negara di dunia. Tentunya akan menjadi tantangan tersendiri ketika kita bertemu dengan orang yang memiliki latar belakang dan budaya yang berbeda.

Baca juga: Kiat Bagi Fresh Graduate Saat Baru Meniti Karir

Maka dari itu, wajib untuk memiliki pikiran yang terbuka agar bisa sukses berkarier di bidang ini. Hal yang lebih penting lagi yakni mempunyai sikap toleransi untuk menunjukkan empati dengan orang sekitar kita sehingga bisa menciptakan pelayanan yang terbaik kepada tamu dan klien.

2. Terbuka pada kritik

Hubungan timbal balik antara pemberi layanan dan pelanggan merupakan salah satu fokus pada industri hospitality. Tidak selamanya kita akan menerima pujian. Ada saatnya kita harus berani menerima kritik.

Sebab, kritik itu berguna untuk memperbaiki kualitas pelayanan dari sudut pandang tamu dan klien sebagai penerima layanan. Kritik membangun pastinya berguna untuk memperbaiki kinerja dan kualitas pekerjaan pada masa mendatang sehingga bisa berkembang lebih baik lagi.

3. Mengikuti perkembangan tren dan teknologi

Dalam industri apa pun, perkembangan teknologi tidak bisa dihindari. Kita bisa mempelajari dan melatih diri untuk menggunakan suatu teknolgi yang bermanfaat dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada klien.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads X