Kerja Sama Pendidikan, Indonesia-Perancis Gelar "Joint Working Group"

Kompas.com - 21/09/2019, 21:02 WIB
Kemendikbud RI dan Kementerian Pendidikan Nasional Perancis mengadakan Joint Working Group (JWG), Jumat (20/9/2019) di Jakarta. KOMPAS.com/ERWIN HUTAPEAKemendikbud RI dan Kementerian Pendidikan Nasional Perancis mengadakan Joint Working Group (JWG), Jumat (20/9/2019) di Jakarta.

KOMPAS.com - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melakukan kerja sama dalam beberapa bidang dengan Kementerian Pendidikan Nasional Perancis.

Kerja sama itu meliputi tiga sektor, yaitu pendidikan vokasi, pendidikan anak usia dini (PAUD), dan peningkatan kerja sama penggunaan bahasa Indonesia dan bahasa Perancis.

Sehubungan dengan kerja sama tersebut, Kemendikbud RI dan Kementerian Pendidikan Nasional Perancis mengadakan Joint Working Group (JWG).

Pengajaran teknologi

Sekretaris Jenderal Kemendikbud Didik Suhardi mengatakan, selama ini Indonesia dan Perancis sudah menjalin kerja sama bilateral erat, termasuk di bidang pendidikan.

Nantinya forum JWG ini akan mewujudkan usaha kedua negara untuk berkolaborasi memperkuat kerja sama untuk mempersiapkan program dan kegiatan yang akan dilaksanakan.

Baca juga: Kabut Asap Berdampak pada Pembelajaran Siswa, Ini Solusi Kemendikbud

“Kita punya kerja sama strategis. Sudah lama kerja sama di bidang otomasi teknologi. Dilanjutkan dua tahun lalu kita bekerja sama di mana Pemerintah Perancis membentuk training center yang bergerak di bidang otomasi,” ujar Didik dalam pembukaan Indonesia-France JWG on Education, Jumat (20/9/2019) di Jakarta.

Selanjutnya kedua negara akan membahas lebih rinci tentang cakupan kerja sama pendidikan vokasi, terutama dalam penggunaan alih teknologi, pengajaran teknologi bagi para guru dan siswa, serta pertukaran pelajar dan pendidik antar kedua negara.

Didik menuturkan, forum ini juga akan mendiskusikan tentang layanan pra- sekolah yang bisa digunakan untuk mengembangkan pendidikan anak usia dini (PAUD) di Indonesia.

Pendidikan pra-SD

Mengenai materi kerja sama PAUD, Didik menekankan agar tidak menuntut para siswa PAUD memiliki kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (calistung).

Menurut dia, seharusnya para siswa PAUD berada dalam usia bermain, bukan dituntut memiliki kemampuan calistung sebagai persiapan memasuki jenjang sekolah dasar.

“Indonesia juga punya standar pelayanan minimal, yaitu pendidikan pra-SD. Kita juga ingin belajar dari Perancis mengelola itu sehingga bisa disiapkan secara baik. Banyak sekolah kita yang mengajarkan calistung, itu sebaiknya bukan bagian pelajaran utama di pra-SD karena di situ harusnya bermain sambil belajar,” jelasnya.

Sementara itu, Kementerian Pendidikan Perancis menerangkan bahwa kerja sama bidang pendidikan pra-sekolah dasar cukup potensial. Sebab, pelayanan ini telah diwajibkan di Perancis sebagai persiapan mendasar bagi generasi penerus.

“Salah satu bidang kerja sama yang potensial adalah pendidikan dini atau pra-sekolah. Perlu digarisbawahi bahwa di Perancis wajib sekarang mulai sekolah umur 3 tahun, sebelumnya 6 tahun. Tujuannya persiapan untuk pengetahuan dasar, yaitu membaca, menghitung, dan menghargai sesama manusia,” ungkap Hervé Tilly, perwakilan Kementerian Pendidikan Perancis.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads X