DKI Jakarta Raih Juara Umum Jenjang SD-SMP di FLS2N 2019

Kompas.com - 23/09/2019, 12:52 WIB
Penutupan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tahun 2019 jenjang pendidikan SD dan SMP, di Tangerang, Jumat (20/9/2019). BKLM Kemendikbud/Seno H Penutupan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tahun 2019 jenjang pendidikan SD dan SMP, di Tangerang, Jumat (20/9/2019).


KOMPAS.com – Provinsi DKI Jakarta meraih juara umum Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tahun 2019 setelah berhasil merebut delapan medali emas dari ajang perlombaan di jenjang pendidikan dasar hingga menengah itu.

Posisi kedua diraih Provinsi Bali dengan perolehan tujuh medali emas dan posisi ketiga ditempati Riau dengan memboyong lima medali emas.

Menanggapi berakhirnya festival tersebut, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy memberikan apresiasi terhadap hasil karya peserta lomba yang penuh kreativitas.

"Saya kagum dengan hasil karya anak-anak kita, contohnya, saya lihat tadi di desain grafis, hasil karyanya sudah di atas rata-rata ukuran anak SMP. Kreatif semua,” ucap Mendikbud dalam penutupan FLS2N jenjang pendidikan SD dan SMP, di Tangerang, Jumat (20/9/2019).

Logika, estetika dan etika

Ajang tersebut merupakan perhelatan tahunan yang menampilkan kompetensi siswa di bidang seni pertunjukan dan seni penciptaan.

Baca juga: FLS2N 2019: Perkuat Pendidikan Non-Akademik Jadi Bagian Pembelajaran

Peserta berasal dari jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), sekolah menengah kejuruan (SMK), dan pendidikan khusus.

FLS2N 2019 diselenggarakan di dua lokasi, yaitu di Provinsi Lampung untuk perlombaan jenjang SMA, SMK, dan pendidikan khusus, sedangkan untuk perlombaan jenjang SD dan SMP di Kota Tangerang.

Menurut Mendikbud, sebagai kompetisi di bidang seni, FLS2N dapat mendorong penguatan pendidikan karakter bagi perkembangan sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Penguatan ini meliputi tiga sumber karakter, yaitu logika, estetika, dan etika.

"Saya berharap dengan ajang ini bisa memberikan sumbangan berarti bagi penguatan pendidikan karakter kita, anak yang pintar dan cerdas, punya kemampuan cukup dan hebat sangat penting, tetapi semua tidak ada artinya kalau tidak ada karakter yang baik. Yang harus ditekankan adalah pendidikan karakternya, baik logika, etika, dan estetika," imbuh Muhadjir.

Dia pun mengharapkan para siswa terus menggali kreativitas yang dimiliki dengan mengikuti kegiatan kompetisi berbasis seni. FLS2N ini bisa menjadi ajang bagi mereka untuk menggali potensi, bakat, dan kreativitas demi meraih prestasi.

Hadapi tantangan robot dan AI

Pengembangan kreativitas, imbuh Mendikbud, penting untuk dapat menghadapi persaingan pada masa depan dalam era revolusi industri 4.0.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads X