Kisah Sanhaji, Mahasiswa IPB Anak Tukang Mebel yang Berprestasi Internasional

Kompas.com - 26/09/2019, 16:30 WIB
Sanhaji, mahasiswa Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, IPB University. Dok. IPB UniversitySanhaji, mahasiswa Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, IPB University.

KOMPAS.com – Latar belakang keluarga dan kondisi ekonomi seseorang tidak bisa menyurutkan tekad dan semangatnya untuk menorehkan prestasi di bidang yang ditekuninya. Hal itu terlihat dari kisah hidup Sanhaji.

Meski berasal dari keluarga sederhana, semangat mahasiswa Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, IPB University, ini tidak surut untuk berprestasi.

Sanhaji berasal dari Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Ayahnya berprofesi sebagai tukang mebel dengan penghasilan lebih kurang Rp 2,5 juta per bulan, sedangkan ibunya tidak bekerja.

Dia merupakan mahasiswa penerima Bidikmisi yang harus menjalani kuliah secara mandiri, baik untuk belajar maupun pembiayaannya. Hal itu ditanamkan dalam pikirannya untuk bisa mencari cara supaya tidak memberatkan orang tuanya mengirimkan uang kuliah.

Rezeki dari lomba ilmiah

“Alhamdulillah, Allah selalu memberikan rezeki langsung kepada saya melalui berbagai lomba-lomba karya ilmiah, terutama jasa Ibu saya yang tiada terkira. Ibu selalu berdoa dan menginginkan saya untuk melanjutkan S2, meskipun dengan ekonomi yang sederhana,” ujar Sanhaji, seperti dipublikasikan di laman resmi IPB, Minggu (22/9/2019).

Baca juga: Kisah Inspiratif Antonia Asri, Meniti Karir Desainer di Amerika Serikat

Selama menempuh kuliah di IPB University, dia telah memperoleh paling tidak 15 prestasi, baik berskala nasional maupun internasional.

Dia bercerita ketika kelas II SMA mencoba mengikuti ekstrakurikuler Karya Ilmiah Remaja (KIR). Namun, karena hatinya setengah-setengah, dia pun merasa pusing dengan kegiatan KIR dan akhirnya berhenti di awal.

Kemudian, ketika kuliah tingkat pertama, Sanhaji mulai belajar sendiri menulis proposal ilmiah pada ajang Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Saat itu dia gagal dan tidak mendapatkan pendanaan ketika di awal karena dia membuat tulisan ala kadarnya.

“Alhamdulillah, di tingkat dua saya menerima beasiswa tempat tinggal Asrama Pondok Inspirasi. Di sinilah saya mulai belajar sungguh-sungguh cara menulis karya ilmiah yang baik,” ucapnya.

Produk inovasi komersil

Pada awalnya, Sanhaji mengaku mengalami kesulitan dalam menulis, terutama dalam mencari ide yang tepat dan kesusahan dalam merangkai kalimat.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X