6 Imbauan KPAI terkait Pelajar Terlibat Demo Berujung Rusuh

Kompas.com - 27/09/2019, 10:42 WIB
Jumpa pers di kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Menteng, Jakarta, Kamis (26/9/2019). KOMPAS.com/ERWIN HUTAPEAJumpa pers di kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Menteng, Jakarta, Kamis (26/9/2019).

KOMPAS.com – Komisi Perlindungan Anak Indonesia ( KPAI) merasa prihatin dan mengecam keterlibatan anak-anak usia sekolah dalam demonstrasi di sekitar Gedung DPR RI, Jakarta, dalam beberapa hari terakhir.

Untuk itu, KPAI terus mengingatkan berbagai pihak bahwa tidak seharusnya anak-anak beradaa di jalan, apalagi di tengah-tengah lautan massa yang rentan dan membahayakan.

Wakil Ketua KPAI Rita Pranawati mengatakan, pihak sekolah dan orang tua siswa juga harus mengingatkan kepada anaknya masing-masing supaya tidak mudah diprovokasi.

“Kuncinya ada di sekolah dan orang tua agar anak-anak tidak mudah terprovokasi,” ujar Rita saat ditemui di kantor KPAI, Menteng, Jakarta, Kamis (26/9/2019).

Baca juga: Ricuh Demo Pelajar: Manipulasi Jiwa Anak dan yang Memprovokasi Sangat Tidak Bermoral!

Dia pun meminta aparat keamanan agar memastikan bahwa proses rehabilitasi para siswa yang tidak bersalah dan ditahan di kantor-kantor kepolisian bisa segera dibebaskan setelah 24 jam.

Sebab, menurut KPAI, dalam Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak Pasal 30 disebutkan bahwa penangkapan anak untuk keperluan penyidikan hanya bisa dilakukan 24 jam.

“Kami juga mendorong Cyber Crime agar melacak siapa yang mengajak melakukan aksi ini karena sebenarnya di media sosial tidak terlalu ramai, tapi tiba-tiba ada aksi besar,” imbuh Rita.

6 rekomendasi

Terkait peristiwa tersebut, KPAI mengeluarkan enam imbauan sebagai berikut:

1. Para orang tua untuk menjaga dan mendampingi anak-anak usia SMP-SMA/SMK/MA. Orang tua perlu memberikan pendampingan dan berdialog tentang situasi yang terjadi di Indonesia sehingga dapat mengedukasi mereka tentang kehidupan berbangsa dan bernegara yang terjadi saat ini sesuai dengan usia anak. Anak-anak pesertaaksi adalah anak usia remaja yang memasuki fase pubertas, sedang mencari identitas diri, suka menerima tantangan, dan memiliki rasa penasaran yang tinggi. Solidaritas kelompok dan tantangan untuk menjadi anak yang keren serta sama dengan anak lainnya menjadi pemicu anak-anak mudah mengikuti ajaran teman. Anak-anak ini memerlukan penyaluran aspirasi yang tepat dengan dampingan orang tua, sehingga anak-anak tidak mudah terprovokasi oleh aktivitas- aktivitas yang tidak tepat.

2. Literasi digital dibutuhkan oleh anak-anak ini mengingat anak-anak ini mendapatkan informasi melalui media sosial. Anak-anak pentig untuk diajarkan memilah dan memilih informasi yang didapatkan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X