KPAI Tidak Setuju Sekolah Libur Saat Ada Demonstrasi

Kompas.com - 28/09/2019, 14:03 WIB
Sejumlah pelajar melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Sulsel di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (26/9/2019). Aksi yang diikuti sejumlah pelajar dari sekolah se-Kota Makassar tersebut turut menolak UU KPK hasil revisi dan RKUHP. ANTARA FOTO/ABRIAWAN ABHESejumlah pelajar melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Sulsel di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (26/9/2019). Aksi yang diikuti sejumlah pelajar dari sekolah se-Kota Makassar tersebut turut menolak UU KPK hasil revisi dan RKUHP.

KOMPAS.com – Banyaknya pelajar SMK di Jakarta terlibat dalam demonstrasi di sekitar Gedung DPR RI beberapa hari belakangan memunculkan banyak pertanyaan dari berbagai pihak.

Salah satunya dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia ( KPAI) yang mempertanyakan proses keterlibatan pelajar dan alasan mereka.

Mengapa mereka tidak mengikuti kegiatan belajar-mengajar di sekolah? Apakah mereka tidak mempunyai kegiatan lain, seperti mengikuti organisasi remaja, baik di dalam maupun luar sekolah?

Wakil Ketua KPAI Rita Pranawati mengatakan, selama ini banyak organisasi remaja yang sudah eksis bertahun-tahun, misalnya Pramuka, OSIS, Karang Taruna, dan berbagai organisasi lainnya.

Selama bertahun-tahun pula organisasi-organisasi itu melibatkan remaja pelajar dalam beraneka macam kegiatan positif.

Menyalurkan bakat dan minat

“Ini jadi catatan penting bahwa jangan-jangan organisasi ini tidak lagi grounded di kalangan pelajar sehingga kemudian pelajar justru lari ke tempat-tempat yang tidak tepat perkumpulannya,” ucap Rita saat dijumpai di kantor KPAI, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (26/9/2019).

Baca juga: Ricuh Demo Pelajar, Pengamat Pandang Perlu Adanya Mitigasi Demo

Menurut dia, keterlibatan remaja dalam kegiatan di organisasi seperti itu sangat penting supaya energi mereka bisa disalurkan sesuai bakat dan minat sehingga mampu menghasikan karya-karya positif.

Selain itu, dengan menyibukkan diri dalam aktivitas organisasi, para pelajar memiliki tempat yang benar untuk menanyakan dan berdiskusi tentang keingintahuan mereka mengenai banyak hal.

Dengan demikian, mereka tidak lagi punya waktu atau menyempatkan diri untuk terlibat dalam demonstrasi yang berisiko rusuh dan membahayakan keselamatan diri.

“Kita semua harus menyertakan remaja untuk menyalurkan bakat dan minatnya dalam kegiatan positif sehingga kalau ada apa-apa, mereka punya tempat bertanya yang jelas dan runut sehingga tidak ikut dalam kegiatan-kegiatan lain,” imbuh Rita.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X