Asosiasi Prodi Ilmu Komunikasi Didorong Profesional dan Memberi Dampak

Kompas.com - 01/10/2019, 18:56 WIB
Pelantikan pengurus pusat Asosiasi Program Studi Ilmu Komunikasi (Aspikom) periode 2019-2022 di kampus pusat Universitas Budi Luhur (UBL), Jakarta, pada Selasa (1/10/2019). KOMPAS.com/ERWIN HUTAPEAPelantikan pengurus pusat Asosiasi Program Studi Ilmu Komunikasi (Aspikom) periode 2019-2022 di kampus pusat Universitas Budi Luhur (UBL), Jakarta, pada Selasa (1/10/2019).

KOMPAS.com – Asosiasi Program Studi Ilmu Komunikasi (Aspikom) melakukan pelantikan pengurus periode 2019-2022 di kampus pusat Universitas Budi Luhur (UBL), Jakarta, pada Selasa (1/10/2019).

Ketua Umum Aspikom Pusat sekaligus Kepala Departemen Komunikasi Universitas Gadjah Mada Muhammad Sulhan mengatakan pelantikan baru ini merupakan hasil kongres Aspikom yang diadakan di Solo pada Juli 2019.

Anggota dari asosiasi ini adalah program studi ilmu komunikasi di seluruh Indonesia, bukan personal. Saat ini terdapat 340 anggota terdaftar resmi dan dibagi menjadi 24 koordinator wilayah.

Wilayah itu dibagi berdasarkan prinsip geografis dan kemampuan perkembangan prodi ilmu komunikasi di masing-masing daerah. Contoh pembagian wilayahnya, seperti Bali, Jateng dan DIY, Jatim, serta NTT dan NTB.

3 tugas utama

Adapun akreditasi prodi ilmu komunikasi ditentukan sesuai aturan dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT). Itulah membuat ada prodi statusnya A, B, dan C.

Baca juga: 5 Pilihan Prodi Soshum yang Masih Dilirik Perusahaan Migas

“Aspikom berguna untuk melakukan pembinaan agar semua prodi ilmu komunikasi di Indonesia berkembang bersama, dari yang akreditasi C jadi B, dari B jadi A,” ujar Sulhan sesuai pelantikan tersebut, Selasa (1/10/2019) di kampus UBL, Jakarta.

Dia mengungkapkan, ada tiga tugas yang harus dilakukan Aspikom dalam periode kerjanya selama tiga tahun mendatang. Tugas pertama, Aspikom pusat melakukan koordinasi dengan anggota di seluruh Indonesia untuk menjalankan berbagai kegiatan, misalnya seminar, call for paper, dan penerbitan jurnal.

“Kedua, memfasiitasi, artinya membantu menghubungkan dengan semua stakeholder di mana pun berada. Misal industri kerja sama Aspikom pusatdan wilayah, dosen yang ingin lanjut sekolah di luar negeri atau membina karier yang lebih baik, itu difasilitasi,” jelas Sulhan.

Tugas ketiga yaitu melakukan sertifikasi. Aspikom pusat mempunyai wewenang untuk menentukan diterima atau tidaknya prodi ilmu komunikasi yang baru di suatu kampus, lalu mengesahkannya dengan sertifikat.

Anggota yang memiliki sertifikasi itu akan mendapatkan banyak hak istimewa dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan dunia industri di daerah masing-masing.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads X